Sat Reskrim Polres R4 Berhasil Mengamankan Pelaku Pencurian 3 Buah Laptop Yang Masih Di Bawa Umur

Hukrim
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Sat Reskrim Polres Raja Ampat berhasil mengungkap kasus pencurian 3 Buah Laptop  di penginapan Marcy Waisai Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat.

Penangkapan pelaku pencurian terungkap setelah mendapatkan bukti rekaman CCTV di penginapan tersebut.

Setelah mendapatkan bukti dan melihat CCTV, sat reskrim polres Raja Ampat berhasil mengamankan anak yang berhadapan dengan hukum, karena usianya masih 17 tahun dengan inisial YVM berstatus pelajar.

Pelaku ditindak dengan pasal 361 ayat 1 KUA Pidana.

Kronologisnya pada hari Kamis, tanggal 28/09/2022 pukul 11:00 Wit di penginapan Marcy, Korban atas nama AR melihat tas yang berisi dua buah leptop dan satu buah laptop diatas meja sudah tidak ada, sehingga korban AR langsung mengecek rekaman CCTV dan melihat ada seseorang yang tidak dikenal masuk kedalam rumah dan mengambil 3 buah laptop tersebut dan keluar melalui pintu belakang.

Melihat bukti rekaman CCTV, tak menunggu lama korban AR langsung melaporkan ke Polres Raja Ampat.

Setelah menerima laporan, kemudian unit opsnal sat Reskrim polres Raja Ampat langsung melakukan proses pencarian bahan keterangan, mengumpul alat bukti yang salah satunya rekaman CCTV.

Menerima bukti yang cukup kuat, tim opsnal bergegas melakukan pencarian, pelaku pencurian. Dan dalam waktu 2×24 jam. Pelaku  YVM berhasil diamankan.

Langkah-langkah yang diambil penyidik, yakni, melakukan olah TKP, melakukan pemeriksaan saksi-saksi melakukan pemeriksaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, melakukan penyitaan barang bukti, melengkapi administrasi kelengkapan berkas perkara

Barang bukti yang disita, satu buah laptop warna hitam merek Thosiba, satu buah laptop merek Sony warna pink, dan satu buah laptop warna Biru merek Acer, dua buah Charger, satu bauh adapter, satu buah tas warna hitam, dan satu pasang sepatu.

Dikatakan penanganan perkara tersebut menggunakan UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Karana pelaku masih dibawa umur.

Lanjut Kasat Reskrim bahwa pada tingkat penyidikan apabila ancaman lebih dari lima tahun maka wajib lakukan upaya diversi dengan menghadirkan pembimbing kemasyarakatan.

Nah, pada saat pemeriksaan ABH wajib didampingi bapas dan penasehat hukum dan apabila upaya diversi tidak berhasil maka proses penyidikan dilanjutkan sampai persidangan.

Disinggung mengenai komplotanya, Kasat Reskrim menambahkan bahwa pelaku melakukannya seorang diri. Namun nanti ada pengembangan melalui penyidikan.(Cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *