Reskrim RJ4 Tahap II Tersangka Ujaran Kebencian

Hukrim
Bagikan berita ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

WAISAI, Honaipapua.com- Dua pelaku ujaran kebencian di media sosial, masing-masing staf honorer dan ASN Pemkab Raja Ampat, Papua Barat diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong, setelah berkas keduanya dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU), Senin (14/5/2018).

Kepala Satuan Reskim (Kasat Reskrim ) Polres Raja Ampat, AKP Bernadus Okoka, mengatakan, kedua tersangka ujaran kebencian tersebut, masing-masing SB, oknum staf honorer pada bagian protokoler Setda dan NR, seorang oknum ASN pada Badan Pengelolaan Perbatasan Pemkab Raja Ampat.

“Iya, sudah kami tahap dua, setelah P.21, sejak minggu kemarin, tadi pagi  (Senin, 14/5/2018), kami langsung limpahkan ke Kejaksaan Negeri Sorong, kedua tersangka berikut barang buktinya,” kata AKP Bernadus Okoka di ruang kerjanya, Senin (14/5/2018).

Menurut Okoka, proses kasus ini berawal atas laporan dari masyarakat kepada Polres Raja Ampat, dimana kedua tersangka dalam waktu berbeda memposting kata-kata yang mengandung ” hatespeech ” atau ujaran kebencian, yang mengarah kepada isu sara di media sosial, akun Facebook mereka.

” Kedua tersangka dilaporkan oleh masyarakat kepada kami, setelah itu ditindaklanjuti. Masing-masing untuk tersangka NR, dilaporkan oleh MUI Raja Ampat dan untuk SB dilaporkan oleh warga masyarakat,” jelas Okoka.

Akibat perbuatan tersangka, Mantan Kasat Reskrim Sorong Selatan itu menambahkan, dikenakan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE), pasal 28 ayat (2) UU ITE, dengan ancaman hukuman pasal 45 ayat (2) UU ITE, pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp1.000.000.000. (nag/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *