Polres R4 Mangkir Dari Sidang Perdana Pra Peradilan Di PN Sorong”. Arfan Poretoka, S.H: Polres R4 Tidak Taat Hukum

Hukrim
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Sidang Pra Peradilan oleh Kuasa Hukum 7 terduga tersangka pelaku pengeroyokan Alm.HR di Pantai WTC kepada Polres Raja Ampat yang seyogianya dilakukan hari ini tanggal 31/10/2022 akhirnya ditunda hingga tanggal 7 November 2022.

Kuasa Hukum Terduga, Arfan Poretoka,S.H

Ditundanya sidang Pra Peradilan yang dilayangkan oleh Kuasa Hukum terduga, lantaran dari Polres Raja Ampat berhalangan hadir dalam sidang Pra Peradilan tersebut.

Sidang Prapid ditunda Di PN Sorong. Karena Pihak Polres Raja Ampat tidak hadir

Kuasa Hukum terduga, Arfan Poretoka, S.H Kepada media ini sangat menyayangkan dengan mangkirnya pihak polres Raja Ampat dalam sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Sorong hari ini tanggal 31/10/2022.

” Kita sebenarnya berharap polres Raja Ampat dapat hadir dalam sidang pra peradilan di pengadilan negri sorong, biar proses ini bisa secepatnya berjalan, tapi nyanta mereka tidak hadir dalam prapid ini, ” ujarnya dengan nada kecewa.

Dikatakannya, dalam hal ini kami menilai kepolisian polres yang tidak taat hukum, karena secara tidak langsung pihak kepolisian sudah melanggar Hak Asasi Manusia( HAM), karena para pelaku masih tetap ditahan didalam penjara.

Lanjutnya dikatakan dengan ketidakhadiran kepolisian Raja Ampat dalam sidang Praperadilan maka otomatis mereka sudah menahan kepastian hukum bagi ketujuh terduga yang sementara ditahan dirutan Polres Raja Ampat. Tandasnya

Dijelaskan pihaknya mendaftarkan pra peradilan pada tanggal 12 Oktober 2022, dan saya pikir pihak kepolisian juga sudah tahu bahwa tanggal 31/10/2022 akan dilakukan sidang perdana Pra peradilan di Pengadilan Negri sorong. Dan dalam rentang waktu yang cukup lama itu, saya pikir mereka bisa membalas permohonan kami kuasa hukum terduga. Tapi saya juga tidak tahu alasannya apa sampai polres Raja Ampat tidak datang dalam sidang perdana ini. Pungkasnya.

“Ketidak hadiran kepolisian menunjukan bahwa negara tidak taat secara hukum tidak menghargai hak asasi manusia warga negara yg ditahan oleh kepolisian, ” tukasnya.

Disinggung apabila sidang berikutnya dari Polres Raja Ampat tidak hadir.?. Arfan dengan tegas mengatakan kalau seandainya tanggal 07/11/2022 sesuai kesepakatan dengan majelis hakim, dari Polres Raja Ampat tidak hadir maka proses pemeriksaan pra peradilan tetap berjalan, artinya tidak menunggu pihak polres. Entah itu periksa saksi- saksi atau bukti-bukti lainya tetap dilakukan Tutup Arfan.

IPTU Danny Arrizal Saputra, S.Tr.K MH

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, IPTU Danny Arrizal Saputra, S.Tr.K MH saat di konfirmasi terkait ketidakhadiran dalam sidang pra peradilan di pengadilan Negeri Sorong, mengatakan pihaknya bukan sengaja tidak menghargai panggilan dari PN Sorong untuk sidang pra peradilan, namun saat ini ada kunjungan kunjugan pemeriksaan dari irwasda Polda Papua Barat ke Polres Raja Ampat.

” Ada kunjungan audit dari Irwsada Polda Papua Barat ke Polres Raja Ampat, makanya kami tidak hadir dalam sidang prapid hari ini, “tuturnya.

Disamping itu juga menurut kasat pihaknya juga menunggu pendampingan hukum dari seksi hukum (Sikum) Polres Raja Ampat, “Jelasnya (Cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *