POLISI BERHASIL MENGAMANKAN PASUTRI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA JENIS SABU

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Selasa 18 Agustus 2020, tepatnya di salah satu hotel di Kabuapten Jayapura, Tim Lidik Opsnal Subdit I berhasil mengamankan 2 orang pelaku yang adalah pasangan suami istri penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu.

Kepada media ini via pesan Whatsapp, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, mengatakan, Kronologis penangkapan, pada hari dan tanggal tersebut di atas, penangkapan ini berawal saat Tim Opsnal Subdit 1 mendapat informasi bahwa salah satu hotel di Kabupaten Jayapura akan dilakukan transaksi Narkotika jenis Sabu, kemudian Anggota opsnal yang dipimpin oleh AKP Agus Kuswanto, S.H. Kanit Subdit I menindaklanjuti laporan tersebut dan berangkat menuju ke TKP.

Pukul 20.00 WIT, Tim melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan melihat pelaku yang datang hendak mengambil barang bukti Narkotika jenis sabu di Depan Hotel, saat melakukan transaksi Tim langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku yang merupakan suami istri.

Selanjutnya barang bukti dan para pelaku diamankan oleh Tim Opsnal Subdit 1 dan di bawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua untuk proses lebih lanjut.

Identitas tersangka, Arjum (34), Laki-laki, Alamat APO 45 Jayapura dan Karmila (35), Perempuan, Alamat APO 45 Jayapura.

Barang bukti yang diamankan, yakni, 1 bungkus plastik bening ukuran besar yg berisikan Narkotika jenis Sabu. Dengan berat 100 gram atau 1 Ons dan 1 buah HP samsung tipe A 6.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menambahkan saat ini kedua pelaku sedang mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 112 Ayat (1) Undang –Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika: Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam,memelihara,memiliki,menyimpan,menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *