Penyidik Polda PB Periksa Barang Bukti Kasus PLTMG di Kaimana

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Kasus dugaan korupsi dana pembangunan talud PLTMG Kaimana, sudah dinyatakan p21 atau berkas lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Papua Barat beberapa waktu yang lalu.

Pemeriksaan Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi Pematangan Lahan dan Pembangunan PLTMG Penyidik Polda Papua Barat

Proyek pematangan lahan serta pembangunan talud yang dilaksanakan di Kaimana ini dengan nomor kontrak 602/71/PUPR/2017 tanggal 25 September 2017 dengan nilai dalam kontrak tersebut sebesar Rp.18,2 Miliar, yang dikerjakan oleh PT. Selatan Indah.

Pekerjaan tersebut pun disidik Polda Papua Barat karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak dengan kerugian Negara senilai Rp.1,7 Miliar lebih.

Sesuai dengan pantauan Honaipapua.com, Rabu (19/8), empat orang penyidik Polda Papua Barat serta 1 orang dari Kejaksaan Tinggi Papua Barat, melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti berupa, 1 unit alat berat, 1 unit pick up, 1 unit mobil tangki air, 1 unit minibus yang diamankan di mapolres Kaimana.

Pemeriksaan barang bukti tersebut juga di damping beberapa orang dari Kejaksaan Negeri Kaimana. Tersangka atas nama Pieter Thie alias Honce pun datang ke lokasi pemeriksaan didampingi kuasa hukumnya. Setelah diperiksa, beberapa barang bukti tersebut masih dalam kondisi normal, namun karena tidak pernah dipanaskan, maka mesin-mesin dari barang bukti tersebut tidak bisa beroperasi.

Penyidik ketika mau dikonfirmasi usai pengecekan barang bukti pun tidak mau memberikan pernyataan, terkait kedatangan mereka di Kaimana. Hanya satu penyidik dari Polda Papua Barat mengatakan bahwa harus konfirmasi ke atasan langsung mereka, karena mereka hanya melaksanakan tugasnya di Kaimana.

Kedatangan penyidik polda untuk memeriksa barang bukti ini pun tidak lepas dari pandangan masyarakat. Beberapa warga Kaimana memprediksikan bahwa kedatangan penyidik polda Papua Barat, erat kaitannya dengan tahap selanjutnya yaitu pelimpahan barang bukti bersama 3 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pematangan lahan dan pembangunan talud PLTMG ini. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *