Pendulang Tradisional Timika Kembali Lakukan Aksi Palang Jalan dan Bakar Ban

Hukrim
Bagikan berita ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Timika, Honaipapua.com,- Puluhan pendulang tradisional Timika Papua, membali lakukan aksi palang jalan dan bakar ban bekas, di pertigaan jalan masuk terminal bis Freeport – jalan Ahmad Yani, akibatnya arus lalulintas sempat macet, kejadian ini terjadi pada Senin (04/06/2018).

Aksi pendulang di Timika ini dikarenakan toko emas yang selalu memborong hasil dulangan para pendulang ini ditutup oleh pemiliknya sejak Minggu (03/06/2018).

Menurut Yanto, pendulang tradisional Timika, menjelaskan, bawah, hasil dulangan mereka sejak Minggu hingga hari ini belum laku terjual.

“Dari hari Minggu hasil kami belum laku, karena toko tutup, ” terang Yanto di sela-sela aksi mereka.

Sementara itu dirinya juga menambahkan bawah toko emas Resky yang saat ini di tutup, selalu membeli hasil dulangan mereka dengan harga yang memuaskan.

“Kami kecewa toko emas resky tutup,padahal dia biasa beli dengan harga tinggi, beda dengan toko emas yang lain, “ungkap Yanto.

Toko emas Resky di kenal selalu membeli emas dengan harga yang tinggi,dan sangat berbeda dengan toko emas lainya, seperti satu gram emas hasil dulangan para pendulang selalu di beli dengan harga Rp.420,000 hingga 430,000 per gramnya.

Sementara aksi puluhan pendulang tradisional yang di lakukan pada  Senin sore itu, bukan yang pertama namun sebelumnya pada Sabtu lalu puluhan pendulang emas ini juga sempat melakukan aksi yang sama di tempat yang sama.

Beberapa jam kemudian aksi pendulang tradisional ini dapat kembali di buka setelah aparat melakukan negosiasi dan mengarahkan agar persoalan tersebut di selesaikan di Kantor Polsek Mimika Baru.

Kini situasi pertigaan jalan Ahmat Yani-Jalan Gorong-Gorong Menuju terminal bis karyawan telah di buka,dan situasi kondusif.

Sementara itu pemilik toko emas Resky berinisial HD,sampai saat ini di duga masi dalam pemeriksaan di Rutan Mapolda Metro Jaya. Karena di duga membawa emas batangan dari kota Timika dengan jumlah yang banyak dan tanpa memilik surat-surat. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *