Pelaku Ujaran Kebencian akan Naik Status Sebagai Tersangka

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Polres Kaimana akan terus melanjutkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu pengguna medsos di akun facebooknya, yang sudah dilaporkan oleh MUI Kabupaten Kaimana tanggal (20/8) yang lalu. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Kaimana, AKBP. Iwan P. Manurung, SIK ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (8/9).

AKBP.IWAN P. MANURUNG,SIK

“ Untuk kasus ujaran kebencian, kami sudah konsultasikan dengan tim cyber mabes polri dan sudah melibatkan beberapa saksi ahli terkait postingan yang bersangkutan. Tim yang jalan ke Mabes sudah balik, dan kalau tidak ada halangan maka, sore ini atau besok kasus ini akan digelar perkaranya. Sebenarnya hari ini gelar perkara, tetapi sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan dari kasat reskrim. Kalau tidak hari ini, besok sudah akan digelar,” ungkapnya.

Lanjut Kapolres Iwan, yang bersangkutan yang memposting postingan bernuansa ujaran kebencian ini, akan dijadikan sebagai tersangka ketika sudah gelar perkara. “Saat ini kan yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka. Karena ketika satu orang dinaikkan statusnya jadi tersangka, paling tidak ada barang bukti. Sehingga kalau sudah gelar perkara, maka yang bersangkutan akan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian,” ujarnya.

Kapolres Iwan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kaimana untuk berhati-hati dalam bersosial media. Karena saat ini bersosial media juga dibatasi oleh undang-undang yaitu undang-undang ITE.

“ Ketika ada undang-undang ITE, maka penyampaian pendapat dimuka umum atau dipublik begitupula di media sosial, tidak seenak pikiran kita. Karena ada batasan-batasannya yang sudah diatur. Sehingga kami berharap agar masyarakat kita di Kaimana ini bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. Saring terlebih dahulu sebelum share, karena kita tidak tahu bahwa mungkin ada informasi yang tidak jelas sumbernya yang berisi tentang hal-hal yang merugikan orang lain, atau mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta keamanan Negara. Sehingga bijaklah selalu dalam bermedia sosial,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *