Masyarat Desak Bupati Maybrat Copot Kepala Distrik Mare

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com, -Warga masyarakat dan sembilan kepala Kampung di Wilayah Distrik Mare mendesak Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM., agar segera mencopot kepala Distrik Mare Dominggas Aphia Sera, S.IP., karena yang bersangkutan tidak aktif menjalankan tugas, selama ini dan hanya berkeliaran di Sorong, Ayamaru dan Kumurkek.

” Kami 9 kepala kampung mendesak atau meminta Bupati Maybrat agar mencopot jabatan kepala Distrik Mare. Kami menilai kepala distrik mare tidak menjalankan tugas hanya berkeliaran di sorong, Ayamaru dan kumurkek ” ungkap Perwakilan Masyarakat Mare, Lukas Maas, kepada Honaipapua.com, Rabu (02/10).

Menurut Lukas Maas, selama ini kepala distrik tidak betah di tempat tugas dan kami masyakarat bersama 9 kepala kampung juga mengeluh diduga ada pemerasan terhadap kepala kampung dan memotong honor tokoh di Distrik Mare.

” Kami sudah rapat dan diskusi internal terkait pemerasan terhadap 9 kepala kampung, saat mendapat rekomendasi distrik dalam setiap pencairan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Kampung (ADK) dan pemotongan hak kelima tokoh dan yang bersangkut juga tidak aktif hanya datang sesat terus pergi lagi, ” ungkap Lukas Maas.

Lebih lanjut Lukas Maas, menjelaskan, selama ini kami di kampung Suswa lokasi ibu kota Distrik Mare tidak pernah buka kantor dan melaksanakan apel bahkan PNS di lingkungan Distrik Mare seperti masyarakat dan tidak tau kerja dan hanya makan gaji buta.

” Saya belum lihat ada aktifitas kegiatan pemerintah Distrik Mare selama ini, kantor Distrik tidak pernah dibuka, tidak apel dan kantor hanya dihuni sarang laba-laba, ” ungkap Lukas Maas.

Dia (Lukas Maas read) berharap agar Bupati Maybrat segera mungkin mencopot yang bersangkutan sesuai aspirasi kami masyarakat dan terdiri dari 9 Kampung, Yaitu Kampung Mahos, Suswa, Kombif, Bakrabi, Waban, Sawo, Nafasi, Seya dan Kampung Rufases Distrik Mare Kabupaten Maybrat.

” Kami berharap pak Bupati mengati atau mencopot yang bersangkutan, pak bupati tdk mencopot maka kami akan palang kantor dan yang barsangkutan diusir dari tanah Mare, ” tegas Lukas Maas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *