Kejari Kaimana Musnahkan Barang Bukti 14 Perkara, Termasuk Perkara ITE

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Kejaksaan Negeri Kaimana kembali menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti dari 14 perkara yang ditangani selama triwulan ke empat, September – Desember tahun 2020 dan triwulan pertama Januari – Maret tahun 2021.

Nampak Pemusnahan Barang Bukti oleh Forkopimda Kaimana

Kegiatan pemusnahan barang bukti ini dilaksanakan di Rumah Makan Belia, Selasa (9/3) dengan menghadirkan Forkopimda Kaimana dan beberapa Stakeholder lainnya.

Kasie Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Kaimana, Leonard Tampubolon, SH

Kasie Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Kaimana, Leonard Tampubolon, SH ketika dikonfirmasi di Rumah Makan Belia, menyatakan bahwa, barang bukti yang dimusnahkan ini lebih banyak didominasi barang bukti perkara Miras Undang-Undang Pangan.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti sebanyak empat belas perkara yakni triwulan keempat 2020 dan triwulan pertama 2021. Karena kemarin bertepatan dengan even pilkada sehingga untuk triwulan keempat tahun 2020, kita baru laksanakan hari ini bersama triwulan pertama tahun 2021,” ungkapnya.

Dari empat belas kasus tersebut termasuk didalamnya adalah pemusnahan barang bukti perkara UU ITE yang sempat viral di Kaimana beberapa pekan yang lalu. Menariknya, pemusnahan barang bukti perkara ITE ini dilakukan oleh Ketua MUI Kabupaten Kaimana didampingi forkopimda Kabupaten Kaimana. Selain itu, ada juga barang bukti perkara lainnya yaitu KDRT, penyaniayaan dan perlindungan anak.

“Ada perkara KDRT dengan barang buktinya kain sarung, penganiayaan dengan barang bukti pisau, miras UU pangan dengan barang bukti alat penyulingan dan juga hasil penyulingan yaitu sopi siap edar hasil uji lab di Manokwari, kayu manis, cengkeh, pala kering dan frambozen. Dan juga penyaniayaan dengan barang bukti berupa parang, termos air, sapu ijuk dan gagang sapu. Ada juga perkara perlindungan anak dengan barang bukti berupa pisau dan batang kayu,” jelasnya.

Lanjut Leonard, tidak semua barang bukti dari 14 perkara dimusnahkan dalam kegiatan ini, karena barang pertimbangan akan mengganggu aktifitas lokasi pemusnahan yaitu aktifitas di Rumah Makan Belia.

“Pada kesempatan siang hari ini, tidak semua barang bukti kita hadirkan disini, karena takutnya mengganggu aktifitas rumah makan, karena ada sekitar 50 jirigen warna biru dan sekitar 40 botol aqua besar yang semuanya berisi miras jenis sopi dan sageru, dan juga ada beberapa drum. Nanti akan kami musnahkan di kantor setelah kegiatan ini,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *