Inilah Sejumlah Persyaratan bagi Calon Penumpang KM.Nggapuluh

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah sekian lama tidak beroperasi dan dinantikan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Kaimana, baik masyarakat yang akan keluar Kaimana dan datang ke Kaimana, pasalnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana yang sudah mengeluarkan ijin untuk operasional kapal pelni dari dan ke Kaimana.

Dimulainya operasi kapal pelni ini juga merupakan jawaban bagi pelaku usaha di Kabupaten Kaimana yang selama ini merasakan kesulitan mendatangkan barang dari luar Kaimana.

Menanggapi surat ijin yang telah dikeluarkan pemkab Kaimana ini, maka Pelni cabang Kaimana pun langsung mengirimkan surat ijin operasi kapal Pelni ke kantor Pelni pusat di Jakarta untuk dilakukan penjadwalan kapal pelni.

Sementara itu, pelni pusat sudah mewacanakan untuk mulai mengoperasikan kapalnya sebanyak belasan kapal di bulan Agustus ini, termasuk KM. Nggapuluh.

Kepala Pelni Cabang Kaimana, Budi Wibowo ketika dikonfirmasi via telepon celularnya membenarkan hal tersebut.

“ Kalau dari Pelni pusat memang sudah mewacanakan untuk mulai mengoperasikan belasan kapal di bulan Agustus ini, termasuk KM. Nggapuluh. Dan sesuai rencana, KM. Nggapuluh akan mulai bertolak dari Jakarta sekitar tanggal 15 Agustus. Sehingga dari rencana schedule ini, kami bisa katakan bahwa KM. Nggapuluh tiba di Kaimana sekitar tanggal 22 Agustus. Itupun kalau tidak ada perubahan dan pelni pusat memutuskan untuk mulai beroperasi di bulan Agutsus,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, surat ijin tersebut sudah dikirmkan ke pusat, dan tinggal menunggu kepastian pengoprasian kapal Pelni termasuk KM. Nggapuluh tersebut.

“ Untuk sementara memang demikian. Tetapi kita belum bisa pastikan karena situasi kondisi saat ini ditengah pandemi. Kalau sudah ada instruksi atau petunjuk dari pusat, barulah kami bisa pastikan. Tetapi mudah-mudahan KM. Nggapuluh bisa beroperasi di bulan Agustus bersama belasan kapal lainnya,” ujarnnya.

Sementara itu, untuk menggunakan jasa angkuta dari PT. PELNI ini, PT. PELNI sendiri memberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang.

“ Tentu ada pesyaratannya, karena ditengah pandemi Covid-19 dan kami juga harus menyesuaikan dengan persyaratan yang tercantum dalam surat ijin dari pemerintah daerah. Khusus untuk penumpang yang datang ke Kaimana, sementara dibatasi hanya KTP Kaimana dan harus ikuti rapid test, surat keterangan kesehatan pelabuhan atau KKP dan foto copy KTP Kaimana,” lanjutnya.

Selain itu, persyaratan untuk calon penumpang keluar dari Kaimana harus mengikuti protokol kesehatan. Untuk umum itu, foto copy KTP atau identitas, rapid test dengan hasil non reaktif, surat keterangan kesehatan pelabuhan atau kartu kuning, surat pernyataan dari pelni dalam hal ini pelni Kaimana.

Khusus untuk penumpang keluar, mereka juga harus mengantongi ijin masuk dari daerah tujuan. Misalnya, kalau ada yang mau ke Tual, maka pihak keluarganya bisa menghubungi pelni setempat untuk mendapatkan persetujuan. Bisa melalui WA kan bisa.

Tinggal diteruskan ke kami. Karena takutnya, di daerah tujuan, nanti bermasalah lagi. Surat persetujuan dari daerah tujuan ini juga merupakan salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan surat pernyataan dari kami Pelni Kaimana. Memang ribet tapi itu sudah menjadi protokolnya dan harus dilaksanakan sesuai protokol tersebut,” ujarnya.

Ketika disinggung soal KM. Tidar dan KM. Tatamailau, Budi menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini, kedua kapal tersebut belum diwacanakan oleh Pelni pusat untuk mulai beroperasi.

“ Untuk sementara, dari ketiga kapal yang beroperasi dari dan ke Kaimana yakni KM. Tidar, KM. Tatamailau dan KM. Nggapuluh, baru KM. Nggapuluh yang diwacanakan untuk beroperasi. Untuk kedua kapal lainnya sampai saat ini belum ada wacana. Tetapi ijin operasi yang dikeluarkan pemerintah daerah Kabupaten Kaimana kan sudah ada. Sehingga dengan dasar ini juga, tidak menutup kemungkinan PELNI pusat juga akan mengoperasikan kedua kapal ini, sesuai dengan rute yang sudah ada kemarin. Kita tunggu saja, kapan PELNI pusat mulai mengoperasikan dua kapal ini, karena juga dibutuhkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dua kapal ini sudah bisa beroperasi juga,” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau kepada calon penumpang untuk berkoordinasi dengan PELNI Kaimana ketika belum memahami persyaratan apa saja yang harus dipenuhi sebelum berlayar.

“ Kalau ada calon penumpang yang belum paham dan mengerti, datang saja ke kantor untuk berkoordinasi. Kami siap melayani. Kalau KM. Nggapuluh untuk sementara jadwalnya seperti itu, tapi kami akan sampaikan kepada masyarakat, manakala ada perubahan jadwal operasi KM. Nggapuluh. Untuk ticektnya sendiri, kami akan buka H-5 keberangkatan, karena harus disesuaikan dengan surat keterangan kesehatan dari tempat asal dan tempat tujuan penumpang,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *