Dua Kali Deversi Dugaan Ujaran Kebencian Dilanjutkan ke Penyidikan

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Honaipapua.com,- Sesuai dengan aturan dalam sistem peradilan anak bahwa kasus yang melibatkan anak dibawah umur harus terlebih dahulu dilakukan dua kali deversi. Mengacu pada aturan tersebut, Reskrim Polres Kaimana dalam menindaklanjuti kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian sudah melakukan dua kali deversi, terhadap pihak keluarga dan komponen masyarakat , namun belum juga ditemukan atau ada kesepakatan. Oleh karena itu, pelaki kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian inisial SRA (14) akhirnya diselesaikan sesuai dengan aturan hukum yang sudah ada. Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Kaimana, AKP. Walman Simalongo, SH ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, (24/5).

Menurutya, Polres sudah maksimal dengan dua kali deversi yang sudah dilakukan, sehingga kasus ini harus diteruskan penyidikannya.
Tadi dilakukan acara tatap muka, semua tokoh agama hadir, dan tokoh agama ini juga pernah hadir pada tatap muka yang pertama. Deversi pertama, tidak ada kata sepakat. Begitu juga dengan deversi yang kedua, dimana juga tidak ada titik temu atau kata sepakat, ” ungkapnya.

Terkait dengan penyelesaian kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian, lanjut kasat Walman, Reskrim Polres Kaimana akan mengacu pada aturan yang sudah ada. Artinya ketika dua kali deversi namun tidak ada hasil, maka otomatis, penyelidikan akan tetap dilanjutkan, dan pasti diselesaikan sesuai dengan proses hukum yang ada.

Lanjut kasat Walman, kasus ini diharapkan bisa menjadi pengalaman bagi seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Kaimana, agar jangan sampai terulang kembali.

” Kami juga menghimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua, agar jangan memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan HP mahal, atau HP android, karena ada banyak resiko yang mungkin akan bisa didapatkan dari aktifitasnya tersebut. Kalau toh diberikan kepada anak, harap supaya terus diawasi atau dikontrol sehingga jangan sampai anak kemudian melakukan aktifitasnya yang mengarah ke hal-hal yang negatif. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua yang ada di Kaimana, agar jangan sampai terulang kembali, “ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kaimana, AKBP. Robertus Pandiangan, SIK,MH menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama yang ada di kabupaten Kaimana.

” Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaimana, untuk tetap mengedepankan persaudaraan dan kebersamaan yang sudah dipupuk sejak dulu, terutama kerukakan antar umat beragama yang ada di kabupaten Kaimana ini, “imbuh Kapolres.

Menurut Kapolres, seluruh masyarakat Kaimana, untuk jangan mudah terpengaruh dengan isu ataupun informasi yang sedang berkembang dimasyarakat saat ini, apalagi informasi bohong atau hoax.

” Gunakan media sosial dengan bijak, jangan sampai karena kecerobohan kita, kita harus berhadapan dengan hukum,” imbuhnya lagi. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *