Direktur PT.BCM Bantah Kabalai Gakkum KLHK Sebut dirinya telah Tebang Kayu dan Pembalakan Liar

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Sesuai yang dirilis oleh Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua, bahwa Direktur PT.BCM inisial FW ditangkap oleh Penyidik KLHK pada tanggal 16 Juli 2020 di Jakarta. Karena telah melakukan pembalakan liar di perairan Kampung Kalwal. Distrik Salawati Barat, kabupaten Raja Ampat.

Sebelum dititip di sel tahanan Polsek Sorong Timur, Direktur PT.BCM, FW, dijumpai Honaipapua.com di Mapolsek, mengatakan, kasus yang dituduhkan kepada rekan kerjanya yakni, Sudirman dan H Nudin telah dituding melakukan pembakalan liar, itu sebenarnya keliru, sebab kedua rekan kerjanya hanya mengerjakan kayu sisa yang sudah lama berada didalam hutan, yaitu kayu rebah lama.

” Ijin saya lengkap, jadi kejadian yang saya alami kali ini sudah yang kedua kalinya ditempat yang sama dan diduga penangkapan yang kedua kali ini diduga merupakan balas dendam dari Gakkum untuk mencari popularitas, dan mungkin tindakan ini diduga hanya menutupi kegiatan besar illegal logging di Sorong Raya, “ungkap FW.

” Perlu diketahui pada saat penangkapan pertama itu dipimpin langsung oleh Direktur Gakkum dan Kasubdit Gakkum, sampai masuk empat kali periksa didalam hutan, bahkan mengambil sample untuk diperiksa di Laboratorium dan hasilnya tidak ada temuan penembangan baru, maka saya pra peradilan Gakkum tahun 2018, karena sudah melebihi batas waktu penyelidikan dan penyidikan selama 60 hari dan kemudian hasilnya saya menang tidak terbukti. Selama ini saya kerja kayu tidak menebang kayu didalam hutan yang berdiri, mengapa saya dikatakan melakukan pembalakan liar, ini kan membuat nama saya sudah tidak baik dikalangan pengusaha dan masyarakat, “bebernya.

” Bahwa modus yang diduga diciptakan Gakkum akan mengarah pada kebencian masyarakat Papua Barat, karena iklim usaha yang justru membantu kesejahteraan masyarakat Papua Barat terganggu, akhirnya timbul ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya terhadap Gakkum, kemungkinan diduga jadi ATM pimpinan Eselon 2 dan Eselon I. Dan diduga mereka salah gunakan kewenangan. Kualitas penyidik dan penyelidik dibawah standar yang dipakai, karena tidak punya keahlian ilmu penguji kayu, mana kayu hasil tebangan dan kayu rebah, “tambah FW dengan raut wajah kesal saat ditemui di Mapolsek Sorong Timur.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua, Leonardo Gultom saat dikonfirmasi Honaipapua.com via pesan wthatsapp Selasa (21/7/2020) siang dan sampai berita ini di publish tidak membalas atau memberikan tanggapannya terkait kasus ini. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *