Diduga Terjadi Kejanggalan, RISMA Ajukan PSU di 34 TPS Distrik Kaimana

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Diduga karena tidak sesuai dengan aturan pada saat pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara ditanggal 9 Desember kemarin, maka Tim Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 02 (RISMA) melayangkan pengaduan dan pengajuan kepada Panwaslu Kecamatan Distrik Kaimana, agar dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 34 TPS yang tersebar di Distrik Kaimana.

Ketua Panwas Distrik Kaimana, Yason Wariensi

Hal ini disampaikan oleh Ketua Panwas Kecamatan Distrik Kaimana, Yason Waraiensi ketika dikonfirmasi di gedung serba guna Rehobot Kaimana, Jumat (11/12).

“ Tadi kurang lebih pukul 15:00 WIT, tim RISMA datang untuk mengajukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) disebanyak 34 TPS, yang tersebar di Distrik Kaimana. Jadi itu TPS yang diusulkan untuk PSU, tetapi kami tidak bisa langsung memutuskan untuk PSU atau tidak. Karena kami juga perlu melakukan kajian terlebih dahulu. Jadi untuk sementara, kami masih mendalami persoalannya seperti apa, dan akan kami sesuaikan dengan peraturan atau regulasi yang ada. Apakah bisa berpotensi kepada PSU atau tidak,” ungkapnya.

Yason juga mengatakan bahwa, alasan utama yang disampaikan oleh Tim RISMA adalah kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dilapangan.

“ Alasan utamanya itu, menurut mereka ada kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dan mereka temui dilapangan, pada saat saksi RISMA melakukan pengawasan dimasing-masing TPS,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa dari sisi pengawasan, sebenarnya kalau terjadi persoalan ditingkat TPS, maka ada keberatan yang akan disampaikan.

“Jadi ada formulir yang disiapkan di TPS. Jadi apapun masalahnya, tetap bisa diselesaikan dan tetap terekam di form keberatan. Jadi kita selesaikan tingkat distrik. Tetapi kalau tidak bisa maka kami akan sampaikan ke tingkat kabupaten,” tuturnya.

Ketika disinggung soal kapan diputuskan ketika memenuhi unsur untuk PSU, lanjut Yason, batas waktunya sampai hari ini.

“Tadi yang disampaikan itu berupa dokumentasi dan kronologis kejadian. Saat ini pengaduannya sedang dikaji oleh tim kami. Kalau memang berpotensi untuk PSU, maka hari ini juga harus diselesaikan atau diputuskan. Karena kita punya waktu sesuai yang diatur regulasi adalah hari ini yaitu H+2. Nanti baru kita lihat, kalau memang tidak ke PSU, apakah dia bisa lari ke pidana. Itu tergantung kajian yang kami lakukan ini. Batas waktu putusannya, sampai malam ini pukul 23:59 WIT,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *