Diduga, Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Victory Resmi Dipolisikan

Hukrim
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Seorang Mahasiswa perguruan tinggi di kota Sorong Papua Barat, melaporkan oknum Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Victory, berinisial MM yang diduga telah melakukan pelecehan seksual ke Polisi.

Hal ini dikatakan oleh Kuasa Hukum Korban Yosep Titirlolobi, S.H kepada media ini, setelah selesai membuat Laporan Polisi (LP) di SPKT Polres Sorong Kota.

Menurut Yosep, Kliennya merasa tertekan dan trauma atas apa yang dilakukan oleh oknum Dekan Fakultas Universitas Victory yang berinisial MM yang melakukan pelecehan seksual dengan melakukan pengancaman secara fisik dan juga menekan klien kami untuk mengikuti kemauan Dekan tersebut, bilamana keinginannya tidak dikabulkan maka nilai semester tidak akan dikeluarkan oleh oknum Dekan MM tersebut, beber Yosep.

Dikatakan Yosep, Pelecehan Seksual tersebut, bermula dari kegiatan yang dilakukan oleh Klien kami SM yang selalu mengikuti kegiatan kemahasiswaan di Kampus Universitas Victory Sorong, dan Dekan tersebut berulangkali mengajak klien kami untuk bermain ke rumahnya di jalan Manibela.

Tindakan pelecehan Seksual dilakukan berulang kali oleh Dekan MM dengan melakukan pengacaman agar klien kami mengikuti kemauan Dekan tersebut dan pengancaman tersebut dilakukan di rumah oknum Dekan tersebut yang terletak di jalan Manibela kota sorong.

“Kasus pelecehan seksual sendiri terjadi berulang-ulang kali dengan melakukan pengancaman dan kekerasan, sehingga Klien kami beranikan diri untuk melapor kepada Polisi.”beber Yosep.

Terkait hal ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH-GERIMIS) Papua Barat yang mendampingi SM telah mendatangi SPKT Polres Sorong Kota, dan telah membuat Laporan Polisi Nomor : LP/B/966/XI/2022/SPKT/POLRES SORONG KOTA/POLDA PAPUA BARAT.

Lanjut Yosep, kami meminta untuk Reskrim Polres Sorong Kota untuk menindaklanjuti Laporan Polisi Dugaan Pelecehan Seksual yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Victory tersebut, agar menjadi efek jera.

Kuat dugaan sudah banyak mahasiswa Universitas Victory yang menjadi korban dari pelecehan seksual dari oknum dosen tersebut, tetapi para mahasiswa belum berani melaporkan hal tersebut kepada polisi, mungkin karena takut dan bahkan ada oknum dosen tersebut memiliki kelainan seksual sehingga lebih menyukai sesama jenis, ungkap Yosep.

Seharusnya pihak kampus harus berani mengambil langkah cepat untuk mengeluarkan para dosen tersebut dari kampus agar keresahan mahasiswa selama ini bisa tenang bukannya melindungi para oknum dosen yang leluasa melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswanya, tegas Yosep. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *