Diduga Cemarkan Nama Baik, Kadisdikpora Kaimana Akan Lapor Polisi

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com,- Polemik yang terjadi beberapa hari belakangan ini, terkait dengan postingan di Media Sosial Facebook yang menyinggung soal kinerja Kepala Disdikpora Kaimana, menuai banyak tanggapan dari masyarakat.

Kepala Disdikpora Kaimana, Kosmas Sarkol, S.Pd,M.Hum di Kaimana pun mengatakan bahwa kebiasaan seperti ini jangan dibiarkan.

Terkait dengan postingan tersebut, maka pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan ke pihak penegak hukum, karena dinilainya sudah merusak nama baiknya.

“ Kalau tidak puas dengan kinerja saya, silahkan bicarakan itu dengan baik, dan melalui ruang-ruang yang ada. Jangan kemudian langsung diposting di media sosial, karena semua pasti akan melihat dan memberikan tanggapan yang berbeda-beda dari masyarakat. Saya merasa bahwa oknum-oknum ini tidak suka dengan ketegasan saya terhadap kebiasaan mereka yang ‘keliru’ yang sudah berjalan selama ini. Dan kebiasaan seperti ini tidak boleh dibiarkan,” ungkapnya.

Menurutnya, dirinya melaksanakan tugas sebagai Kepala Disdikpora juga berdasarkan aturan. Sehingga akan menjadi naïf kalau sebagian oknum menilai ketegasannya tersebut dianggap adalah sikap arogan.

“ Dalam menjalankan tugas, saya selalu mengacu pada aturan. Di Dinas pendidikan ini banyak persoalan yang terjadi, selama ini namun jarang terekspos. Ketika saya dipercayakan untuk menjabat sebagai kepala Dinas, saya sudah bertekad akan memperbaiki hal itu. Memang tidak bisa kita perbaiki dalam saktu singkat, dan membutuhkan waktu juga. Oleh karena itu, kepada seluruh pihak agar bersama-sama memberikan dukungan dan perhatian khususnya untuk bidang pendidikan di Kaimana ini,” ujarnya.

Lanjut Sarkol, dirinya akan menempuh jalur hukum agar oknum-oknum tersebut, bisa menyadari bahwa tidak semua hal di posting melalui media sosial.

“ Saya tidak Arogan kok, dibilang saya Arogan, apalagi diposting di Media Sosial. Tidak bisa seperti itu. Kalau memang tidak puas, datang ke kantor dan kita bicarakan. Langkah yang saya tempuh ini juga untuk memberikan efek jera bagi yang lain, sehingga kedepannya mereka bisa berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *