Pasca Insiden Nduga Wakil Rakyat Himbau Pemerintah

Hukrim
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayawijaya, HonaiPapua.com,- Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya, Ronny Elopere,S.Ip.M.Kp, sangat menyayangkan atas insiden yang terjadi di kabupaten Nduga, yang mengorbankan karyawan dan salah satu staf terbaik pegawai PUPR.

Kepada media ini, Ronny katakan, tentunya disini dirinya sebagai wakil rakyat dari wilayah perbatasan kabupaten Nduga Habema sangat menghimbau untuk tidakmelakukan operasi militer di daerah kawasan situs taman nasional (taman lorens) daerah Habema, berhubung bisa merusak ekosistem yang ada di Habema.

” Saya juga ahli waris dari taman Lorens Habema. Jika melakukan pengeboman, entah itu menggunakan bom apa saja, granat juga bisa merusak ekosistem di kawasan taman Lorens. sehingga aparat dapat kejar saja pelaku penembakan tersebut. Seperti bisa melakukan pendekatan persuasif bersama tokoh Gereja dan masyarakat adat.berhubung sampai saat ini masyarakat yang korban belum teridentifikasi, berapa banyak korban dalam operasi ini. kemudian di balik semua kejadian ini kita bisa berfikir yang positif, dari datang kelompok kriminal dan bisa miliki senjata dengan peluru yang sangat banyak, kemudian di upload di media sosial,” ungkapnya.

Lanjut Ronny, dari mana mereka bisa belajar bongkar pasang senjata lalu senjata bisa awet. ini jadi pertanyaan saya, karena pegang senjata tidak mudah.

” Saran saya kepada Balai besar jalan dan jembatan provinsi Papua, agar pembangunan ruas jalan Wamena- Habema Nduga, perlu ada pengawasan dari pihak keamanan dan libatkan pengusaha lokal. Saya kira ini salah satu dampak kelalaian sehingga kelompok kriminal bisa bebas berulah.kemudian KKB itu manusia yang membutuhkan makan tiap hari, oleh sebab itu saya mohon tangkap mereka dan adili mereka, jangan tembak dan jangan masyarakat umum yang jadi korban. Karena mereka adalah bagian dari kami dan keluarga kami. ” imbuhnya.

Kemudian selain itu, menurut Ronny, bahwa dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah pusat dapat libatkan kontraktor anak asli di Papua. Jadi, bukan hanya di ruas jalan trans Papua saja, namun seluruh Papua, saya himbau kepada Presiden, Menteri PUPR, Balai, Satker, dan PPK, jangan datangkan pengusaha non Papua dari Jakarta, lalu menganggap kami orang Papua tidak mampu.karena yang terjadi selama ini pendatang terlambat kerja saja masih kasih trus tiap tahun, kalau putra daerah terlambat kerja langsung balai katakan, tdk mampu dan tidak kasih lagi tahun berikut. Ini bs jadi kecemburuan sosial, jadi saya mohon kepada pak Presiden bina trus pengusaha Papua, ibarat parang yang tumpul, namun diasah terus maka sudah barang tentu akan tajam juga. Dan Kabalai Papua jangan mencaplok putra daerah tdk mampu terus. Kami juga bisa seperti saudara saudara lain dari luar Papua. Jadi jangan anggap putra daerah tidak mampu, dan kasih paket lanjutan juga kepada org lain. (Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *