Arfan Poretoka,S.H: Besok Saya Akan Melaporkan Hakim Prapid Ke Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Dan Komisi Yudisial

Hukrim
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Kuasa Hukum terduga Arfan Poretoka,S.H menyesalkan putusan hakim yang memimpin jalanya sidang praperadilan di Pengadilan Negri Sorong, 14/11/2022.

Arfan Poretoka,S.H Kuasa Hukum

Dikatakan Arfan bahwa sesuai jadwal persidangan, putusannya kan besok. Nah seharusnya hakim mempelajari dulu hasil kesimpulan yang kita serahkan supaya bisa mengetahui fakta-fakta persidangannya seperti apa, karena kita punya bukti cukup jelas, bahwa keluarga terduga tidak pernah mendapatkan surat tembusan, dan jelas-jelas itu sudah melanggar peraturan Kapolri, melanggar putusan mahkamah konstitusi dan melanggar kitab undang-undang hukum pidana.

Lanjut Arfan, Fakta persidangan sebenarnya semua sudah terungkap, bahwa kita punya saksi ada 8 orang bahkan istri dan para terduga dengan ketua-ketua RT tidak pernah menerima surat, seperti yang disampaikan oleh polres Raja Ampat.

Kemudian dalam persidangan tersebut saya juga menghadirkan ahli, dan beliau sudah menjelaskan proses penyelidikan dan penyidikan.

” Jadi saya pikir polres Raja Ampat jelas-jelas telah melakukan kekeliruan dalam hal penyelidikan dan penyidikan” tukasnya

Menurut saya  putusan hakim akan berdampak besar Terhadap masyarakat. Dampaknya apa?. Yaitu besok-besok polisi asal main tangkap orang sembarangan.

” Nanti polisi bilang ahh tidak apa-apa kita tangkap takaruan saja, pasti kita selalu benar kok, ” terangnya sembari menambahkan ini yang akan berdampak kepada masyarakat. Tukasnya.

Ditambahkan Arfan, tadi saat hakim buka sidang, dan kami menyerahkan hasil kesimpulan kepada hakim. Langsung beliau  pending sidang selama 30 menit dan hari ini diputuskan. Berarti ada indikasi hakim tidak mempelajari kita punya hasil kesimpulan.

Makanya tidak ada pertimbangan-pertimbangan dari saksi atau saksi ahli, oleh karena itu saya lihat Hakim tidak fer, karena putusan pasti akan merugikan semua masyarakat. Tegas Arfan.

Melihat fenomena sidang praperadilan hari ini, saya sebagai kuasa hukum terduga akan melaporkan hakim tersebut.

” Besok pagi saya akan menyurati dan melaporkan ke Mahkamah Agung (MA) melalui bidang pengawasan hakim, Pengadilan Tinggi dan Komisi Yudisial  melaporkan hakim yang memimpin jalanya sidang pra peradilan, ” tegasnya. (Cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *