AAI Hamil, AFS Masuk Jeruji Besi

Hukrim
Bagikan berita ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

KAIMANA, Honaipapua.com,- Karena kesal dan kecewa dengan pasangannya, korban berinisial AAI (17) akhirnya melaporkan AFS (24) dengan kasus persetubuhan anak dibawah umur.

Hal ini dibenarkan oleh kapolres Kaimana, melalui Kasat ReskrimAKP. Walman Simalongo, SH, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, (17/5).

” kejadian persetubuhan yang dilakukan oleh AFS terhadap AAI ini terjadi pada bulan Agustus 2017 yang lalu. Kejadian ini terjadi pada Agustus 2017 yang lalu. ketika itu, korban dan pelaku ini mereka dua pacaran. Pada waktu itu, tengah hari, pelaku ini mendatangi korban dalam keadaan mabuk. Pelaku mengajak korban ke salah samping salah satu rumah yang ada di kompleks Kaki Air Kecil. Pelaku kemudian memaksa korban untuk melakukan hal yang tidak senonoh ini, ” ungkap Kasat.

Kata Salman, sesuai dengan keterangan korban, pasca kejadian tidak ada niat sama sekali untuk melaporkan pelaku, dengan harapan AFS bisa bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut. Setelah kejadian itu, korban kemudian hamil. Saat ini korban sudah melahirkan. Tetapi ketika keluarga korban dan korban meminta pertanggung jawaban pelaku, dari pihak pelaku tidak ada kata sepakat disitu. Akhirnya korban melaporkan pelaku dengan kasus persetubuhan anak dibawah umur ini.

” Kasus ini ada unsur pidananya karena melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur. Jadi anak dibawah umur ini, tentu sudah melanggar UU tentang perlindungan anak. Karena saat kejadian, korban ini berumur 16 tahun, dan saat ini berumur 17 tahun. Kalau untuk kasus persetubuhan dengan anak dibawah umur ini, tidak mengenal suka sama suka. Walaupun keduanya melakukan itu atas dasar suka sama suka, tetapi tetap melanggar, karena melakukan dengan anak dibawah umur, terangnya.

Selain itu, lanjut kasat Walman, saat ini pelaku sudah diamankan oleh pihak berwajib, dan penanganan kasus ini sudah sampai pada pelengkapan berkas-berkas. Sampai saat ini kita sudah sampai pada proses penyidikan. Kita juga sudah memintakan beberapa surat yang akan digunakan sebagai barang bukti, termasuk surat keterangan kelahiran dari RSUD Kaimana, surat akte kelahiran.

Menurutnya, penanganan kasus ini tinggal meminta keterangan dari saksi-saksi yang lain. Keterangan saksi-saksi ini yang kita dalam proses. Kalau berkasnya sudah siap dan menurut kami kalau sudah lengkap, maka kita akan masuk ke tahap satu.

Karena atas perbuatannya yang melanggar UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo pasal 287 KUHP, maka pelaku terancam akan dihukum 15 tahun penjara (maksimal), dengan membayar denda sebesar Rp. 15 Miliar.

” Kepada seluruh masyarakat Kaimana untuk jangan melakukan aktifitas-aktifitas yang menjurus ke arah pelanggaran hukum, terutama terkait dengan pelanggaran terhadap UU perlindungan anak. Karena kasus pelanggaran terhadap perlindungan anak ini hukumannya sangat berat, maka kami menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda, agar tidak melakukan hal-hal seperti ini, karena pasti akan diproses secara hukum, “imbuhnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *