PASI INTEL KODIM 1801/MANOKWARI MENSOSIALISASIKAN TARIAN SAJOJO MELALUI RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI)

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Ada yang menarik di Siaran Radio Pro 1 FM Manokwari, Pasalnya, Perwira Seksi Intel Kodim 1801/Manokwari Kapten Inf Arif Soewito melaksanakan siaran sekaligus memberikan sosialisasi Tarian Jojo kepada masyarakat di ruangan Radio Republik Indonesia (RRI) Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, Senin (23/09/2019).

Dalam program yang berdurasi selama 60 menit tersebut dengan dipandu oleh angkasawan Saudari Yoke Kubiari membahas berita hangat di Kab. Manokwari tentang Senam/Tarian Sajojo yang lagi heboh untuk dipelajari baik di kalangan masyarakat maupun di sekolah-sekolah.

Didalam siaran tersebut, Kapten Inf Arif Soewito menyampaikan bahwa, dipilihnya Tarian Sajojo oleh Mabes TNI, sebagai kesatuan gerak senam serentak seluruh Indonesia dalam rangka HUT TNI ke-74 Tahun 2019 yang merupakan Tarian Adat Papua ini, sebagai upaya memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tarian ini wajib dilestarikan dan diperkenalkan sebagai budaya nusantara.

Di sisi lain, salah satu ekspresi budaya adalah seni. Sebagai masyarakat dengan tradisi lisan yang sangat kuat, ekspresi seni di Papua didominasi oleh musik, lagu, cerita rakyat dan tarian yang masih dapat ditemukan di seluruh daratan Papua.

Melihat hal itu, Tarian Sajojo akan dilaksanakan secara serentak di wilayah Indonesia khususnya Kab. Manokwari yang bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan, tali persaudaraan dan rasa kekeluargaan seluruh komponen masyarakat di Provinsi Papua Barat.

Akhir acara, Kapten Inf Arif Soewito mengajak seluruh masyarakat Manokwari agar ikut memeriahkan HUT TNI ke-74 dengan cara ikut kegiatan Senam/Tarian Sajojo yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2019 di Lapangan Kodam XVIII/Kasuari.

” Himbauan khususnya kepada murid atau pelajar agar tidak ikut-ikutan terprovokasi atau ikut terlibat demo, seperti kejadian yang baru saja terjadi di Wamena, karena dampaknya akan menghambat sekolah, “imbuhnya. (is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *