Kasus Penembakan Tambang Freeport Tahun 2017, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika, Honaipapua.com,- Kasus penembakan yang terjadi pada tanggal 14 November 2017 lalu, terhadap mobil LWB, milik Perusahan Tambang Emas Amerika di Tembagapura Timika Papua, terjadi tepanya di jalan tambang mile 69 PT.Freeport Indonesia.

Aparat telah menangkap dua orang dan dalam penyelidikan telah di tetapkasan sebagai tersangka dua orang Tersebut berinisial TK dan TG.

Menurut penjelesan Kapolres AKBP Agung Marlianto, Rabu (30/05/2018) bahwa kedua pelaku inisial TK dan TG di tangkap, usai nelakukan aksi mereka di Jalan Tambang PT.FI dan berkas kedua tersangka itu telah di limpahkan ke Kejaksan Negeri Timika.

” Kasus penembakan di PT.Freeport itu ada dua lokasi yang berbeda dengan orang yang berbeda dan kami telah melimpahkan berkas mereka ke kejaksan”kata Kapolres AKBP Agung Marlianto SIK.SH.MH di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasi SP II.

Kapolres menuturkan, untuk melengkapi berkas mereka di Kejaksan, pihak Jaksa meminta harus adanya Rekontruk yang dilakukan pihak kepolisian.

Maka atas permintaan jaksa untuk melengkapi berkas dua orang tersangka TK dan TG maka, pada tanggal 16 Mei 2018 lalu, aparat kepolisian melakukan Rekontruksi di mile 69 jalan tambang pt freeport.” Rekontruksi sudah kami lakukan dan untuk melengkai berkas mereka” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, bawah pihaknya akan terus melakukan penyelidikan atas kasus ini dan akan ada beberpa orang lagi yang ikut terlibat dan itu menjadi target pihak kepolisian.

“Ia karena pengakuan dari tersangka inisial TK dan barang bukti foto yang telah kami dapat di akun facebook miliknya dan hasil uploadtanya itu dia bersama rekan-rekannya yang berjumlah 16 orang yang menggunakan senjata semua,” Kata Kapolres Mimika.

Namun untuk barang bukti berupa Senpi milik tersangka, kata Kapolres, tidak di temukan, namun itu masih menjadi target tim Satgas. ” BBnya belum belum bisa kita tangkap, dan itu masih jadi target satgas ya,” jelasnya.

Dan untuk saat ini ada Tim Satgas yang di tugaskan untuk melakukan “Ambus” atau nenjaga apa yang telah di canangkan, tetapi juga melakukan offensif untuk melakukan penangkapan.(tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *