Kapolda Papua Buka Puasa Bersama Insan Pers

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura, HonaiPapua.com,- Bertempat di Humboldt Cafe & Resto Jalan Raya Abepura Entrop Kelurahan Entrop Distrik Jayapura Selatan Kabupaten Kota Jayapura, telah dilaksanakan kegiatan Diskusi Jurnalis Meliputi Pilkada Rawan Konflik dan dilanjutkan buka puasa bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH, Peneliti Perludem Usep Hasan Sadikin, Ketua Jurnalis Perempuan Indonesia Yuliana Latipo dan para Jurnalis dari media cetak maupun elektronik se-Kota Jayapura.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurnalis Perempuan Indonesia Yuliana Latipo, yakni, Forum ini baru berjalan 1 bulan dan dalam acara ini kami juga ingin memperkenalkan diri karena kami juga ingin membantu dalam pelaksanaan Pilkada di Papua yang dimana kita ketahui bahwa Pilkada di Papua sangat rawan konflik maka itu kami sangat berterima kasih kepada bapak Kapolda yang sudah ingin memfasilitasi kami dalam kegiatan ini.

Penyampaian Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH, terkait kerawanan konflik Pilkada di Papua, yakni, Pilkada Papua di petakkan Bawaslu RI Pillkada yang paling rawan berada di Papua. Dan sudah ada pengalaman dari tahun sebelumnya banyaknya Daerah yang mengalami konflik dan di laksanakan PSU.

” Upaya kita yakni melakukan pemahaman kepada masyarakat untuk berdemokrasi secara aman dan damai, kita juga sudah mengupayakan dialog Publik dan Doa bersama antar tokoh agama kepada masyarakat guna melakukan pemahaman tentang Pilkada Damai, kita berharap semua unsur level provinsi untuk bekerja sama mengawal Pilkada Papua dapat berjalan aman dan Damai, ” ungkap Kapolda.

Dikatakan Kapolda, pada tahun 2018 ini, sudah terjadi sedikit permasalahan dan gesekan antar Paslon dan partai pendukung di beberapa kabupaten dan kita perlu mengantisipasinya. Saya berharap kepada masyarakat, untuk taat kepada hukum agar permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara adil dan seseai hukum berlaku. Banyaknya elit politik yang dalam pelaksanaan penyelesaian permasalahanya mengerahkan massa yang dapat menyebabkan konflik.

” Jika rekan-rekan wartawan media masa ingin meliput, untuk mengambil informasi dapat berkordinasi kepada pihak Kepolisian, dan untuk pengamanan jangan seenaknya sendiri, ditakutkan jika ada konflik dapat menjadi korban. Kerawanan yang perlu di antisipasi pada masa proses pencoblosan, sampai penghitungan suara, kami juga mengharap kepada para jurnalis dalam mencari informasi bisa berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh para jurnalis kepada Kapolda Papua, seperti bagaimana cara menangani kerawanan terjadi karna pihak penyelenggara adanya hubungan emosi keluarga salah satu Paslon dan kekecewaan salah satu Paslon.

Jurnalis merupakan salah satu pilar dari Pilkada jadi kami harap jurnalis pengamananya di jamin dari pihak Keamanan, bagaimana sikap jurnalis di hadapan kita dalam meliput pilkada Papua dan kenapa jurnalis banyak menjadi korban kekerasan, solusi dan bagaimana cara mengatasinya.

Tanggapan Kapolda Papua atas beberapa pertanyaan yang diajukan oleh jurnalis yakni, masalah konflik atau adanya kesalahan penyelenggara akan ditangani oleh Hukum Gakumdu yang akan menangani masalah tersebut jika ada temuan temuan, kita sudah maksimal untuk melakukan pengamanan dan memberikan pemahaman pemahaman kepada masyarakat agar tidak menyikapi masalah dengan kekerasan.

Masalah pengamanan pasti kita akan bantu pengamananya akan tetapi kita lihat keamanan situasi di tempat tersebut, jika ada kekerasan terhadap jurnalis, kita usahakan untuk memberikan ketegasan dan menindak secara hukum dan kita akan perintahkan kepada anggota saya, untuk selalu memberikan keamanan terhadap para jurnalis yang menjadi pilar dalam Pilkada.

Kapolda juga menyampaikan, bahwa keselamatan jurnalis prioritas utama dalam pilkada, saya mengharapkan Jurnalis juga harus bijak dalam membuat pemberitaan, informasi jangan malah membuat panas massa yang bisa menyebabkan konflik.

” Kami juga meminta jurnalis membantu kami dalam memberitakan informasi, memberikan pemahaman edukasi untuk pilkada Damai di Papua,”ungkap Kapolda.

Tanggapan dari Usep Hasan Sodikin yakni, kami harap dengan adanya Gakumdu tingkat kerawanan konflik dapat berkurang dan dapat ditindak sesuai aturan hukum. Sebab kualitas penyelenggara di tingkat kabupaten maupun kota, harus di seleksi secara benar di tingkat provinsi.

Selain itu Usep menyampaikan, bahwa sebagai seorang jurnalis harusnya ikut netral tidak mendukung salah satu paslon. (Humas Polda Papua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *