Dugaan Pemerasan, Manajemen Double O Jangan Buang Bola Liar

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com,- Atas nama senior organisasi Cipayung GMNI, HMI, PMKRI, GMKI, PMII, kasus dugaan pemerasan yang diduga disebut oknum aktivis dan nama organisasi mahasiswa ternama di Sorong itu, harus diusut tuntas, karena sudah dipublish redaksi berita yang dimuat disalah satu media online menyebut nama mahasiswa dan juga bawa nama Organisasi mahasiswa, apalagi disebut inisial oknum aktivis.

” Aktivis di Sorong itu banyak yang Idealis dan menjaga nama baik mereka. Ibarat peribahasa ” Nilai setitik, merusak susu sebelanga”. Jadi, kasus dugaan pemerasan ini segera diutus sampai tuntas, “tandas Mantan Pimpinan DPD GMNI Se-Tanah Papua, Paul Mayor kepada media ini dalam Reallessnya, Jumat (26/7).

Menurut Paul Mayor, Manager Double O diminta segera ungkap siapa yang dimaksud satu oknum aktivis dari organisasi kemahasiswaan ternama di Sorong ? Kapan dan dimana diduga melakukan pemerasaan kepada pihak Managemen Double O ? Organisasi mana yang awalnya organisasi kemahasiswaan tersebut, mempersoalkan izin keramaian Doblue O dan akan turun melaksanakan demo ? Siapa yang mengajukan proposal dengan mematok jumlah bantuan senilai Rp.800 Juta ? Dan siapa yang mengancam double O ? Dan ketua cabang organisasi mana ? yang dalam pemberitaan disalah satu media online sebut Pihak Double O sudah memberikan Rp.10 Juta Rupiah kepada ketua cabang dari organisasi tersebut yang berinisial A, “pinta Paul Mayor.

” Oknum yang melakukan dugaan pemerasan segera diproses hukum dan Manager Double O, harus jujur terbuka, siapa yg melakukan dugaan pemerasan yang dimaksud, “tambah Senior Organisasi Cipayung, Paul Finsen Mayor, S.IP, seraya menambahkan Double O Jangan buang bola liar segera ungkap dan buka di informasikan ke publik. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *