Antisipasi Beredarnya Hoax, Kapolsek Salawati Himbau Warga Bijak Menerima Informasi

Hiburan
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Dalam rangka menjaga kemitraan dan kerjasama dengan tokoh-tokoh dan warga masyarakat, Kapolsek Salawati Iptu Vhalio Agafe, S. Ik yang diwakili Kanit Intelkam Aiptu.Waryo SP dan 2 orang Anggota melaksanakan giat patroli Dialogis jarak jauh dan silaturahmi dengan tokoh serta masyarakat kampung Klaforo Distrik Moisegen Kabupaten Sorong, Kamis (12/09/2019) pukul 11.00 Wit.

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Salawati Iptu Vhalio Agafe, S. Ik yang di wakili Kanit Intelkam Aiptu Waryo SP menyampaikan, pesan Kamtibmas dan menghimbau para tokoh-tokoh agar dapat membantu pihak Kepolisian dalam memberikan himbuan kepada warganya, untuk tidak mudah percaya dengan pemberitaan bohong atau hoax yang didramatisir melalui media sosial pasca demo anarkis di jayapura, Manokwari dan Kota Sorong, karena dapat memecah belah toleransi antar umat beragama yang dapat berujung SARA dan juga memecah belah persatuan dan keutuhan NKRI.

Kapolsek Salawati Iptu Vhalio Agafe, S.Ik mengatakan bahwa, patroli dialogis jarak jauh yang dilaksanakan oleh Anggotanya untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat dan melalui tokoh masyarakat agar apa yang disampaikan akan diteruskan kepada warganya dan diharapakan kegiatan ini sangat efisien untuk memberikan himbauan agar tidak mudah percaya dengan berita bohong atau hoax yang dapat memecah belah persaudaraan dan keutuhan NKRI”, ucap Kapolsek

Lanjut Kapolsek Salawati, bahwa kegiatan patroli dialogis jarak jauh, yang dilaksanakan oleh Anggotanya, dimaksudkan untuk menjalin kemitraan dan kerjasama yang baik, antara warga masyarakat dengan Kepolisian, untuk menjaga situasi yang nyaman, aman dan kondusif di wilayah hukum polsek Salawati, serta untuk menggali informasi yang berkembang di masyarakat, agar tidak mudah terhasut atau terpengaruh dan terprovokasi oleh berita yang sifatnya mengadu domba, serta ujaran kebencian yang beredar di media sosial, yang dapat menecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. (Amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *