TMMD Ke-102 Kodim 1711/BvD Lakukan Penyuluhan B2SA Dan Keamanan Pangan

Ekbis
Bagikan berita ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Boven Digoel, HonaiPapua.com,- Untuk meningkatkan semangat dan kapasitas sumber daya manusia, satgas TMMD ke- 102 Kodim 1711/BvD melaksanakan penyuluhan B2SA dan Keamanan Pangan kepada masyarakat di kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel.

Pasiteritorial Kodim 1711/BvD Kapten Inf. Iswahyudi P. May kepada www.HonaiPapua.com mengatakan, kegiatan penyuluhan pertanian kepada masyarakat merupakan serangkaian kegiatan TMMD ke- 102 Kodim 1711/BvD yang dipusatkan dikampumg Asiki, Distrik Jair.

Tak Hanya Program-program fisik saja, namun kegiatan Non fisik seperti penyuluhan B2SA dan Keamanan Pangan menjadi sasaran dalam kegiatan TMMD ke- 102 tahun 2018.

“Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat.

Makanan yang tidak sehat akan menyebabkan penyakit akibat pangan” ujar Pasilog Kodim 1711/BvD Kapten Inf. Iswahyudi P. May.

Materi yang disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasie) Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel, Bertila Wambonggrop SP adalah B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) dan Keamanan Pangan.

Penyuluhan tersebut diikuti oleh sekitar 60 orang yang terdiri dari orang tua dan para siswa/siswi Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Bertila selaku narasumber menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat khususnya, para Ibu Rumah Tangga tentang pentingnya menyajikan makanan dengan menu B2SA.

“Untuk mencapai kebutuhan, kesehatan, kecerdasan, dan produktifitas yang optimal didalam keluarga maka makanan yang di konsumsi harus mencuki kebutuhan gizi” katanya.

Lebih lanjut, Bertila Wambonggrop memaparkan sumber-sumber gizi makro dan mikro dapat diperoleh dari makanan pokok sebagai sumber energy utama dan memberi rasa kenyang selain padi-padian , seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sebagainya.

“Pangan yang mengandung gizi selain makanan pokok, juga terdapat pada pauk, sayur dan buah,” terangnya.

Dari pantuan www.HonaiPapua.com, penyuluhan kali ini mendapat respon yang sangat luar biasa dari masyarakat setempat. Hal itu terlihat dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dan diskusi seputar pertanian, B2SA, dan Keamanan Pangan.

Sumini (38 thn) mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim 1711/BvD dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel.

“Kami mohon kepada bapak TNI, dalam hal ini Satgas TMMD, agar mengadakan kembali penyuluhan di bidang pertanian”. Ia mengungkapkan karena dirinya masih minim pengetahuan akan pentingnya menyediakan menu B2SA dan Keamanan Pangan.

Sebelumnya, Bertila Wambonggrop juga menyampaikan konsumsi pangan yang belum optimal sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku konsumsi pangan penduduk yang belum baik.

“Saat ini, pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat untuk menyediakan, memilih dan mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman masih rendah. Dengan demikian penyuluhan ini sangat penting diadakan untuk masyarakat” tegas Bertila. (ebm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *