Statement Absalom Miss Komunikasi Tidak Benar PT.Malista Selewengkan Dana

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong, Honaipapua.com,- Direktur PT.Malista Konstruksi memberikan keterangan atau mengklarifikasi terkait pembangunan Gardu induk 60 MVA, yang berada di Kelurahan Giwu Distrik Klawurung Kota Sorong.

Menurut Site Manajer PT.Malista Konstruksi, Mike, saat ditemui di kantornya yang beralamat di jalan Danau Meninjau, Distrik Sorong barat Kota Sorong, Minggu,(09/06/2019), menyampaikan, terkait pemalangan di areal lokasi proyek oleh pihak Malaseme bahwa pekerjaan sementara jalan, sejak di palang barulah pekerjaan di lokasi proyek terhenti, bukan proyek terhenti baru di palang.

Menurut Mike, sejak itulah pekerjaan di lokasi terhenti, namun ada 5 orang  buruh  yang masih tetap hadir dilokasi dengan alasan mereka tidak mengambil cuti hari raya atau Idul Fitri seperti pekerja lainnya.
Karena pada saat itu status mereka pun tidak bekerja, jadi mereka pun tidak menerima bayaran dari pihak perusahaan, dikarenakan mereka adalah buruh harian lepas. Dan awal terjadi pemalangan oleh pihak Malaseme itu terjadi pada pekerjaan ruas jalan belakang lokasi proyek dan telah diselesaikan pembayarannya.

Perlu diketahui bahwa hanya perjanjian pembayaran material tanah timbunan yang digunakan untuk penimbunan pada area pembangunan Gardu induk Sorong kepada Sub Kon, perjanjian itu bukan dengan pihak PT.Malista dengan pihak Malaseme tetapi kesepakatan tersebut antara pihak Malaseme dengan Sub Kon.

Sementara Direktur PT.Malista Konstruksi, Irwan, menyampaikan, menyangkut dengan pembayaran kami (pihak PT Malista) melakukanya secara bertahap sesuai progress kepada Subkon hingga selesai,
termasuk timbunan pertama yang diambil oleh Subkon atas nama Bapak Luther kepada bapak Absalom Malaseme, dan itu sudah di selesaikan tuntas keseluruhannya dengan total Rp.3.700.000.000 di Bank Mandiri dengan 2 kali pembayaran awal senilai Rp.2.500.000.000 dan pembayaran terakhir senilai Rp.1.200.000.000 LUNAS, dimana pembayaran tersebut sudah termasuk pihak yang terkait lainnya dengan Bapak luther termasuk bapak Absalon Malaseme dan pihak-pihak lainnya yang tidak kami ketahui seperti apa kesepakatan mereka.

” Sedangkan Subkon yang kedua yaitu, Bapak Abas, pernah mengajukan tagihan kepada pihak kami dan kami sudah berkomitmen sepakat bahwa setelah lebaran akan segera kami selesaikan, karena dimana proses pembayaran ini dalam tahapan akhir atau pelunasan.  Dan kami pihak PT.Malista juga lebih menegaskan sekali lagi bahwa kami hanya berurusan dengan Subkon yang telah mempunyai perikatan atau perjanjian dengan kami saja, sedangkan perjanjian antara Subkon dan pihak lainnya, kami tidak tau seperti apa kesepakatan mereka dan tidak akan ikut campur urusan intern mereka masing-masing, Dan termasuk pihak Malaseme pun juga tidak mempunyai perikatan atau kontrak kerjasama dengan kami dan kami pun tidak punya hak untuk mencampuri urusan tersebut. Kami bukan tidak peduli pada pihak pihak lainnya diluar Subkon kami namun dalam hal ini, kami pihak PT Malista akan tetap wellcome akan membantu memberikan sedikit keterangan bagi pihak yang membutuhkan keterangan sesuai tingkat urgenitasnya,”jelas Irwan.

Mengenai kontrak kerja menurut Irwan, Direktur PT.Malista bahwa memang sesuai dengan papan proyek, namun kegiatan proyeknya belum kelar, dimana selalu ada permasalahan pada pihak yang terkait diluar kontrak kerja atau diluar Sub Kon, hal tak terduga terjadi ini yang kami ketahui dan tak berhak untuk kami ikut campur. Dan menyangkut sumber dana anggaran yang digunakan bukan dari APBN ataupun APBD akan tetapi menggunakan dana APLN.

Lanjut Irwan, untuk perpanjangan bangaransi kami sudah harus terbit tanggal 12/06/2019 maka otomatis masih kami PT.Malista yang akan mengerjakan, sehingga kalau di katakan putus kontrak, kami sampaikan tidak pernah berpikir ke arah sana. Dan kami telah mengantongi dukumen bangaransi yang akan terbit hingga berakhir sesuai dengan waktu yang ditentukan.

” Teknisnya pada pekerjaan pembangunan Gardu induk, secara teknis disebut Sipil dan Elektrikal, sehingga yang dikerjakan oleh Subkon itu disebut Sipil dan kami dari perusahaan yang mendatangkan Mesin Gardu tersebut dari luar negeri, disebut pekerjaan Elektrikal, sesuai Spec yang tercantum didalam kontrak kerja, dan pekerjaan pembangunan Gardu ini memang memakan waktu yang cukup lama dan berbeda, tidak sama seperti proyek yang dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah daerah seperti bangun kantor atau jalan raya, “tambah Irwan, seraya menambahkan, keperluan pribadi pak Absalom selalu saya penuhi, dan beliau kantongi nomor handphone saya dan kami terakhir komunikasi tanggal 5 Juni 2019, jadi saya kaget beliau ada diwawancarai media online Honaipapua.com keluarkan berita tanggal 7 Juni, “tambah Irwan lagi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *