Sekretaris Gustu Kaimana Tegaskan, Rapid Test Masih Tersedia

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Sekretaris Satuan Gugus Tugas Kabupaten Kaimana yang juga menjabat sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd,MM menegaskan bahwa, alat rapid test di Kabupaten Kaimana masih tersedia.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd,MM

Hal ini ditegaskan ketika dikonfirmasi oleh Honaipapua.com usai RDP dengan Pansus Pilkada Kaimana, KPU, Bawaslu, pihak kepolisian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan juga utusan dari KODIM 1814 Kaimana, Jumat (27/11).

Ketegasan yang disampaikan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Kaimana ini juga sekaligus menjawab isu miring yang kini berkembang di masyarakat dan juga di media sosial facebook. Awalnya, terkait isu kehabisan alat rapid test di Kaimana ini diutarakan oleh Ketua Pansus Pilkada Kaimana, Frans Amerbay, SE saat membahas soal kesiapan dan kelengkapan APD untuk kepentingan pelaksanaan pilkada di tanggal 9 Desember 2020 nanti.

Luther juga menjelaskan bahwa alat rapid test di Kaimana masih sangat banyak. Bahkan menurutnya, dari stock yang ada, diperkirakan sampai Februari 2021 pun ketersediaannya masih ada di Kaimana.

“Alat Rapid Test ini banyak, tinggal kapan saja mau diambil to. Tetapi ada aturannya. Rapid test ini bukan berarti, tinggal dibagi-bagi begitu saja. Kita ini ka nada aturan dan mekanismenya. Darimana-darimana dia harus keluar. Karena nanti pada akhirnya juga pasti diperiksa penggunaannya, ada bukti atau tidak. Itu yang paling penting to sebetulnya,” ungkapnya.

Luther juga berharap agar ketika stock alat rapid test di RSUD maupun di Puskesmas sudah mulai berkurang, maka sesegera mungkin pihak RSUD dan Puskesmas mengajukan permintaan.

“Kemudian, rapid test itu misalkan di RSUD atau Puskesmas, jangan tunggu sampai habis baru minta. Kalau tinggal berapa buah ya, lebih baik buat pengajuan to. Minta supaya jangan sampai tidak ada, terus ketika masyarakat datang, barangnya tidak ada to. Kan bisa saja begitu to,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *