PT.Gag Nikel Teken MoU Dengan UNIPA”. Khaidir Said: Kami Sangat Menyambut Baik Kerjasama ini

Ekbis
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Guna mendukung pengembangan sumber daya manusia  (SDM), penataan lingkungan hidup dan peningkatan perekonomian masyarakat di Papua Barat.  PT. Gag Nikel menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Dengan  Universitas Papua (UNIPA) Manokwari (20/9/2022).

PT.Gag Nikel dan UNIPA Manokwari Usai Teken MoU

Sesuai dengan RILIS yang diterima media ini. Rektor Universitas Papua, Dr. Bernard Sagrim,SP.,M.Si melalui Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Aloysius Edi Widodo mengatakan, sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia terkait Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) menuntut mahasiswa untuk melakukan pengembangan diri di masyarakat baik dalam bidang sosial budaya, ekonomi dan perindustrian.

“PT. Gag Nikel sebagai salah satu Perusahan Industri Pertambangan di Provinsi Papua Barat berpotensi untuk bekerja sama Universitas Papua terkhusus mendukung mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik dan Pertambangan untuk melakukan riset dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia,”kata Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Aloysius Edi Widodo saat konferensi pers mewakili Rektor UNIPA usai MoU bersama PT. Gag Nikel di Ruang Rektorat Universitas Papua, Manokwari.

Selain di bidang pendidikan, lanjut Aloysius,  kerja sama UNIPA dan PT. Gag Nikel juga mendukung pelestarian lingkungan hidup, penataan kawasan konservasi, pengembangan ekowisata, dan program – program pemberdayaan masyarakat.

“Dalam komitmen ini juga, bukan saja dibahas pengelolaan Industri Pertambangan Nikel di Pulau Gag tetapi juga dibahas bagaimana pengembangan perekonomian masyarakat dan penataan lingkungan hidup Kabupaten Raja Ampat terutama konservasi Penyu Sisik di Pulau Gag ,”kata dia.

Dia menambakan Unipa memiliki pengalaman riset dan konservasi Penyu Belimbing di Kabupaten Tambrauw maka riset tersebut bisa diimplementasikan dalam kerja sama  Unipa dan PT.  Gag Nikel dalam upaya melakukan konservasi Penyu Sisik di Pulau Gag Raja Amat dan program – program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain eksploitasi tambang, lanjut Aloysius melalui MoU ini juga, Universitas Papua melalui Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi bisa terlibat berkolaborasi dalam penataan lingkungan, pengembangan ekowisata dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Raja Ampat, “tukasnya.

Presiden PT. Gag Nikel Khaidir Said.

Khaidir Said, Presiden Direktur PT. Gag Nikel menyambut baik Kerja Sama Universitas Papua dengan PT. Gag Nikel dalam rangka peningkatan Industri Pertambangan Nikel dan progam – program penataan lingkungan, konservasi, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Said mengutarakan bahwa  PT. Gag Nikel telah mengantongi izin kontak karya secara resmi pada tahun 1998, dan melalui tahapan eksplorasi, kajian AMDAL dan izin – izin lainnya sehingga PT. Gag Nikel baru beroperasi pada 19 Februari 2018 hingga saat ini. Sementara kordinasi, komunikasi dan kerja sama dengan UNIPA dan PT. Gag Nikel sendiri sudah lama terjalin, dan di hari ini difollow up kembali secara formal dalam nota kerja sama.

“Sebenarnya banyak hal yang menjadi perhatian bersama bukan saja di bidang industri pertambangan melainkan bidang pengembangan sumber daya manusia, penataan lingkungan hidup, konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Harapan kami, setelah tambang sudah tidak produksi lagi minimal masyarakat sudah bisa mandiri dan sejahtera, SDMnya bisa berkembang mendukung Pembangunan Daerah,”kata Said.

Said memaparkan selain berkontribusi  terhadap income nagara melalui pajak royalty, PT. Gag Nikel juga telah menyusun Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) sebagai kontribusi ril bagi daerah dan masyarakat.

Sejak awal, kita telah menyusun Rencana Induk  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, PT.Gag Nikel melibatkan berbagai pihak terutama pihak lembaga pendidikan untuk meramu program – program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar harapannya memberikan manfaat kesejahteraan kepada masyarakat,”ujar Said.

Banyak program Ril, lanjut dia yang telah dilakukan PT. Gag Nikel untuk menata  lingkungan hidup, reboisasi hutan gundul melalui penanaman ribuan pohon, Transplantasi Terumbu Karang di bibir Pantai Pulau Gag, hingga konservasi penyu sisik melalui pembuatan penangkaran Tukik Penyu dan program – program ekowisata lainnya.

Selain itu, PT. Gag Nikel juga telah melakukan berbagai program – program pemberdayaan masyarakat, perekrutan tanaga kerja lokal, hingga program – Progam pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung masyarakat terdampak,”jelasnya. ( Cak/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.