PLN Kaimana Harapkan Realisasi Program ‘Papua Terang’  

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA – HonaiPapua.com,-Kabupaten Kaimana merupakan salah satu Kabupaten yang sudah di dilakukan survey dalam program ‘Papua Terang’.

Survey ini dilakukan pada tahun 2018 yang lalu, di sebanyak 41 titik dari total list yang ada yaitu hanya 36 titik. Seperti yang diharapkan oleh PT. PLN ranting Kaimana, masyarakat Kaimana juga berharap agar program ‘Papua Terang’ ini bisa segera direalisasikan.

Manager PT.PLN ranting Kaimana, Muhammad Puarada, ketika dikonfirmasi di Kaimana, beberapa waktu yang lalu, mengakui bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi ataupun petunjuk terkait realisasi program ‘Papua Terang’ ini di Kabupaten Kaimana.

“Kalau untuk program ini memang untuk tahun 2018/2019, dan di Kaimana kita sudah lakukan survey sebanyak 41 titik. Ini yang akan kami kejar, karena PLN sendiri mempunyai program yaitu ‘melistriki desa’, sehingga kami berharap agar program ini dia segera direalisasikan,” ungkapnya.

Untuk mencapai target yang ada, maka Puarada juga berharap agar paling tidak ada action yang harus sudah jalan, mengingat sudah memasuki bulan kedua tahun 2019.

“Kami berharap supaya dalam waktu dekat ada petunjuk, paling tidak ada pekerjaan fisik, atau mungkin paling tidak ada kegiatan yang mengarah ke realisasinya,” tuturnya.

Sementara, untuk realisasi program ‘Papua Terang’ ini sendiri menurutnya, pasti akan di prioritaskan terlebih dahulu ibu-ibu kota distrik. “Untuk program ini, memang kami dahulukan ibu kota distrik, dengan pertimbangan agar pelayanan pemerintahan di ibu kota distrik, bisa berjalan optimal. Karena pasti mereka juga sangat membutuhkan listrik, terutama pada jam-jam kerja. Setelah itu, baru kita lanjutkan dengan kampung-kampung yang sudah kita survey,” lanjutnya.
Hasil survey yang dilakukan oleh tim ‘Papua Terang’ beberapa waktu yang lalu, bahwa ada beberapa kampung yang kemungkinanya menggunakan pembangkit yang bersumber dari tenaga surya. “Untuk beberapa kampung yang sudah di survey, kemungkinan menggunakan pembangkit tenaga surya. Karena jangkauan jaraknya, dan juga aksesnya hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, maka untuk mempermudah petugas, kita menggunakan tenaga surya. Tapi ini juga kembali ke keputusan tim ‘Papua Terang’. Sementara yang lainnya, pasti PLTD, karena untuk sumber daya yang lain, belum ada,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *