Penuhi Panggilan Penyidik, Panji Klarifikasi Status Facebook

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura, Honaipapua.com,- Ketua Relawan Nusantara for LUKMEN, Panji Agung Mangkunegoro, akhirnya penuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Papua, sebagai saksi untuk memberikan keterangan atau mengklarifikasi status facebook, yang diduga mencemarkan nama baik calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo.

“ Iya, saya patuh hukum dan hari ini (Selasa, 15/5/2018) hadir ke Polda Papua memenuhi panggilan penyidik atas kasus pencemaran nama baik JWW dan siap ikut proses ini dan sudah di periksa dan saya memberikan keterangan mengklarifikasi di penyidik Ditreskrimsus bagian tindakan ITE dan saya jelaskan latar belakang kenapa saya pasang status di facebook, ” kata Panji saat ditemui wartawan usai memberikan keterangan klarifikasi di Mapolda Papua, Selasa (15/5/2018).

Dijelaskan, dirinya membuat status facebook itu untuk menegur tim calon Gubernur JWW karena kurang lebih ada 12 akun facebook palsu milik tim pemenang JWW juga membuat status menyudutkan Lukas Enembe dengan bahasa-bahasa yang tidak wajar seperti  “ Lukas Enembe tukang korupsi, Lukas Enembe membakar proposal mama-mama Papua”.

“ Status saya di facebook itu untuk menegur teman-teman tim JWW yang saat itu menggunakan strategi menyudutkan pak Lukas Enembe dengan bahasa-bahasa tidak wajar seperti Lukas Enembe tukang korupsi, Lukas Enembe membakar proposal mama – mama Papua dan lain – lain,” jelasnya.

Panji mengaku heran dengan tindakan calon JWW yang menganggap statusnya menghina JWW sehingga membuat laporan polisi, sementara banyak palsu yang menghina Lukas Enembe tapi tidak buat laporan polisi.

“ Saya cuma satu kali update status facebook, JWW menganggap saya menghina JWW dan membuat laporan polisi, banyak akun fb palsu membuat status mendiskreditkan dan merusak nama baik pak Lukas Enembe, tapi kami dari tim LUKMEN tidak melapor balik,” kata panji.

Ada juga akun facebook palsu atas nama papua cerdas membuat status “LE otak perusak tanah Papua, Masyarakat Papua korban oleh karena kepentingan Lukas Enembe” bahasa ini sudah tidak pantas ini.
“Nah, ini saya bawah berkas tambahan untuk mengklarifikasi. banyak akun palsu yang menyudutkan pak Lukas dan saat itu Lukas Enembe masih aktif menjabat Gubernur Papua, wajar saya pendukung LE, jadi saya membela dengan membuat status bahwa tim JWW digunakan oleh kandidatnya untuk merusak nama baik pak Lukas Enembe,” tegasnya.

Kenapa di status facebook saya sebutkan nama JWW karena ada salah satu statemen JWW di media bahwa semua tim saya cerdas dan apa yang tim kerja itu atas perintah saya (JWW – red).

“Inikan sinkron dan modus sama bahwa menjatuhkan Lukas Enembe dan mempromosikam JWW lebih tinggi bahkan lebih baik lagi kita tidak boleh seperti begitu, sehingga saya buat status untuk menegur akhirnya hari ini mereka sudah santun hanya mempromosikan kandidat mereka punya visi misi itu yang saya inginkan,” ujar panji.

Yulianus Mabel, Perwakilan Relawan nusantara mengatakan, seorang pemimpin yang baik harus mendengar kritikan saran dan masukan dari masyarakat baru melaksanakan apa yang menjadi impian dan kerinduan untuk menjadi seorang pemimpin.

“Jadi, pemimpin yang baik itu harus berjiwa besar menerima kritikan atau masukan dari masyarakat, bagaimana mau jadi seorang pemimpin sementara apa yang masayrakat kritik dilaporkan ke polisi, pemimpin yang tukang lapor kritikan masyarakat ini nyali kecil,” kata Yulianus Mabel yang mendampingi Panji Mangkunegoro ke Polda Papua. (bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *