KUPP Kelas II Raja Ampat, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dalam Program Padat Karya

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waisai,Honaipapua.com, -Kementrian perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan laut Kantor unit penyelenggaraan pelabuhan kelas II Raja Ampat menyenggelarakan program padat karya bagi masyarakat dibeberapa RT di Distrik Sapordanco dan Waigeo Selatan (Saonek).

Pembukaan Program Padat Karya Oleh Kapolres Raja Ampat

Program padat karya dibuka langsung oleh Kapolres Raja Ampat AKBP. Andrew.J.W Manuputty, S.IK yang ditandai dengan pemukulan tifa sebanyak 3 kali.

Perlu diketahui bersama, tujuan penyelenggaraan program padat karya yaitu untuk membantu masyarakat ditengah-tengah masa pendemi covid-19, yang mana banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan bahkan kehilangan pendapatan, khususnya di Raja Ampat kunjungan kapal-kapal turis berkurang serta banyak hal yang membuat masyarakat lebih berupaya mencari tambahan menafkahi hidup rumah tangga dan sebagainya

Oleh karena itu, kementerian perhubungan berinovasi dan mencari solusi membantu masyarakat agar keluar dari tekanan-tekanan ekonomi yang menghimpit. Untuk itu, kementerian perhubungan menggandeng masyarakat melalui program padat karya guna memelihara aset negara, yang dulunya diserahkan ke pihak ketiga (Kontraktor). Tapi karena arahan kementrian perhubungan pekerjaan tersebut, diserahkan kepada masyarakat yang tidak memiliki skill.

Masyarakat yang terlibat dalam program padat karya berjumlah 30 orang, masing-masing dari RT XII. Kelurahan Sapordanco Kabupaten Raja Ampat sebanyak 9 orang, RT XIII Kelurahan Sapordanco 9 orang, ibu-ibu pedagang klontongan dipelabuhan sebanyak 6 orang dan dari kampung Saonek Distrik Waigeo Selatan sebanyak 6 orang. Jumlah 30 orang.

Paket pekerjaan yang dikerjakan antaralain, pengecetan pelabuhan Waisai, pekerjaan pemeliharaan pos jaga pelabuhan, pekerjaan dan pemeliharaan toilet dan tangki air pelabuhan, pemeliharaan kantor semi permanen di pelabuhan Saonek dan perawatan mess asrama pelabuhan Kabare.

Sumber anggaran dari DPA kantor unit penyelanggaraan Pelabuhan kelas II Raja Ampat tahun anggaran 2021. Dengan tahapannya padat karya murni, artinya, tidak dikerjakan oleh pihak ketiga melainkan langsung oleh masyarakat sedangkan tahap berikutnya yang bertanggungjawab pihak ketiga namun dikerjakan oleh masyarakat.

Sementara itu Kapolres Raja Ampat AKBP. Andrew.J.W Manuputty,S.IK sebelum membuka kegiatan tersebut, mengatakan,sangat menyambut baik program ini, karena menurutnya program ini sangat membantu masyarakat di masa pendemi covid-19.

” Masyarakat sangat terbantu dengan program padat karya ini, apalagi dimasa pendemi covid-19. Oleh sebab itu, saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada kementrian perhubungan melalui kantor unit penyelenggaraan pelabuhan kelas II Raja Ampat, ” ucap Kapolres Andre.

Kepala Kantor unit penyelenggaraan pelabuhan kelas II Raja Ampat, Anggiat P. Marpaung, SE, usai pembukaan kegiatan, kepada wartawan mengungkapkan, kegiatan program padat karya ini sudah dilakukan oleh unit pelaksana teknis di kementrian perhubungan sebanyak dua kali, namun untuk di Raja Ampat, ini merupakan kali yang pertama.

Ditambahkan oleh Marpaung bahwa dulu kegiatan padat karya langsung dikerjakan oleh pihak ketiga (Kontraktor) namun berdasarkan arahan dari pimpinan, melalui kementrian perhubungan, kami dari kantor UPP Kelas II Raja Ampat langsung menggandeng masyarakat setempat, “bebernya sembari menambahkan untuk kedepan ada gelombang kedua dengan kegiatan yang sama, tetapi itu semua nanti menunggu informasi dari pusat. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *