KSOP Kelas I Sorong, Diminta Mencabut Ijin Oprasi Kapal Cepat PT. Belibis

Ekbis
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -KSOP Kelas I Sorong diminta untuk mengevaluasi hasil putusan bersama tanggal 17 Oktober 2022,  mengenai jadwal Keberangkatan dan pelarangan pemuatan barang-barang di kapal cepat milik PT. Belibis Papua Mandiri, PT. Fajar Indah Lines dan PT. Papua Mitra Samudra.

Pasalnya, dari poin1-7 hasil keputusan tersebut, seolah-olah hanya berlaku bagi kapal cepat Pricilia 99 milik PT. Fajar Indah Lines terutama di poin 6- 7 yang isinya melarang pemuatan barang-barang dagangan dan berbahaya yang dapat menggangu keamanan dan keselamatan penumpang.

Nampak masih ada pemuatan pemuatan barang-barang oleh Kapal Cepat PT. Belibis

Namun tidak bagi kapal cepat milik PT. Belibis. Mereka dengan seenaknya mengangkut barang dagangan dan tidak mengindahkan aturan dan kesepakatan bersama yang telah ditanda tangani tiga perusahan jasa transportasi laut.

Dalam kesepakatan tersebut, jelas tertuang dalam poin ke-8 bahwa apabila perusahaan pelayaran kapal penumpang cepat kedapatan melanggar poin 1-7 maka akan diberikan peringatan tertulis, 1,2 dan 3, selanjut akan diberikan sanksi pencabutan ijin oprasi.

Yohan Sauyai ketua Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) Kabupaten Raja Ampat kepada media ini meminta kepada KSOP Kelas I Sorong untuk mengevaluasi hasil keputusan bersama tanggal 17 Oktober 2022 yang telah memuat 8 poin.

” Kami meminta kepada KSOP Kelas I Sorong untuk segera mengevaluasi hasil  putusan bersama, terkait jadwal keberangkatan dan pemuatan barang di kepala cepat dan memberikan sanksi tegas kepada PT.Belibis karena tidak mengindahkan kesepakatan bersama tertanggal 17 Oktober 2022, “tutur Yohan.

Dikatakannya, kesepakatan tersebut,  seolah-olah hanya berlaku pada kapal cepat milik PT.Fajar Indah Lines terutama dipoin 6-7, sedangkan kapal cepat milik PT. Belibis Papua Mandiri tidak.

” Mengapa demikian karena sampai saat ini kapal cepat milik PT. Belibis masih saja memuat barang-barang secara diam-diam,  entah itu dari Sorong menuju Waisai. Tukasnya.

Oleh sebab itu, sekali lagi kami minta kepada KSOP kelas I Sorong segera mengevaluasi hasil putusan tersebut, karena tidak etis, hanya satu perusahan pelayaran yang menjalankan hasil keputusan tersebut, sedangkan perusahan lain tidak, sangat miris sekali. Tandasnya.

Sementara itu, kepala Syahbandar Waisai, Pak Chris Maturbongs saat dikonfirmasi media ini Via Telpon selulernya bahkan melalui via WhatsApp namun tidak ditanggapi. (cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *