Gubernur Mandacan: APBD Pemprov Akomodir Infrakstruktur Jalan

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kabupaten Pegaf, Honaipapua.com,-Salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat pada tahun anggaran 2018 yaitu, mambangun dan meningkatkan jalan utama Kabupaten Pegunungan Arfak, baik dalam Ibukota, serta jalan yang menghubungkan Kabupaten Manokwari dan Juga Manokwari Selatan.

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat ditemui awak media belum lama ini mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi mempunyai tanggung jawab membangun 12 Kabupaten dan 1 Kota sesuai dengan kemampuan APBD Papua Barat.

“ Termasuk didalamnya Kabupaten Pegunungan Arfak, jadi tahun depan tetap kita dukung pembangunan jalan, hanya nanti kita minta Pak Bupati ruas-ruas mana yang kita bisa kerjakan begitu, ” kata Gubernur Papua Barat kepada insan Pers.

Pembangunan infrastruktur jalan utama Pegaf yang telah diusulkan ke PemerintahPusat untuk menaikan status dari Strategis ke Nasional untuk mendukung beberapa sumber PAD seperi destinasi wisata Danau Anggi, roda pemerintahan, pertanian serta sektor lainnya.

Jika infrastruktur jalan sudah mendukung maka dapat menarik para wisatawan datang ke Danau Anggi dan dampaknya terhadap hasil pertanian dapat dijangkau oleh masyarakat setempat.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Saroi,S.H.,M.Hum memberikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat yang sangat memperhatikan pembangunan intrastruktur di 12 Kabupaten dan 1 Kota, lebih khusus Kabupaten Pegaf.

“ Untuk Pegunungan Arfak inikan, Pak Gubernur sendiri yang membuka jalan sejak beliau menjabat sebagai Bupati Manokwari sebagai Kabupaten Induk dan Carateker Bupati Pegaf, membangun jalan ke distrik-distrik jadi pasti sudah tahu kondisi yang kami hadapi di semua sektor tinggal sesuaikan dengan kondisi keuangan APBD Papua Barat, ” kata mantan anggota DPR Papua Barat itu.

Saroi mengakui bahwa APBD Kabupaten Papua Barat tahun anggaran 2017, sangat menurun sekira Rp 723 milyar dari tahun 2016 sebesar Rp.800 milyar. Dia berharap APBD induk 2018 naik lebih besar untuk bisa mendukung pembangunan daerah ini.

“ Harapan saya, sesuai visi-misi Pak Gubernur dan Wagub tentang pembagian dana otsus yang 90 persen dikelolah Kabupaten/ Kota sedangkan 10 dikelolah Provinsi agar dapat direalisasi, ” pungkasnya.

Bupati Yosias menambahkan, jika kebijakan Gubenur untuk pembagian dana otsus 90-10 tidak terealisasi, Kabupaten Pegaf memenuhi syarat untuk mendapat porsi dana otsus besar yaitu, semua penduduk b asli papua, luasan wilayah, kesulitan dan tingkat kemahalan yang tinggi. (del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *