Dua Unit Mesin Agreko Tiba di Kaimana

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana, Honaipapua.com,– Dua unit mesin yang berkapasitas besar milik Agreko yang dikontrak oleh PT. PLN yang akan ditempatkan di PLN Ranting Kaimana, diperkirakan akan tiba di Kaimana malam ini, Sabtu (13/4). Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE usai melakukan koordinasi dengan manager PT. PLN ranting Kaimana Muhamad Puarada.

Frans mengatakan bahwa karena kebutuhan listrik ini juga menjadi salah satu kebutuhan penting penunjang kelancaran pelaksanaan pemilu di Kaimana, terutama pada saat pungut hitung dan rekapitulasi, maka dirinya terus melakukan koordinasi dengan pihak PLN dan pelabuhan Kaimana, agar mobilisasi dua unit mesin pembangkit ini bisa diperlancar.

“Tadi malam kami sudah koordinasikan dengan pihak PLN, dan hasilnya bahwa hari ini, atau paling lambat malam ini, kapal yang membawa dua unit mesin ini tiba di Kaimana. Untuk itu, tadi pagi kami sudah ke pelabuhan guna melakukan koordinasi dengan kepala pelabuhan.

Karena saat ini kapal SPIL masih melakukan bongkar muatan. Sehibgga, apakah kita harus menunggu SPIL selesai bongkat muat barulah mesin ini dibongkar, ataukah dirioritaskan mesin dulu. Ini yang rencananya akan kami sampaikan kepada pihak pelabuhan, agar supaya kalau bisa dirioritaskan mesin dulu, demi kelancaran pemilu yang pelaksanaannya sudah tinggal empat hari lagi ini,” ungkapnya.

Frans juga mengatakan bahwa pelaskanaan perhitungan dan rekapitulasi suara ini juga merupakan salah satu potensi kerawanan yang mungkin saja terjadi, jikalau terjadi pemadaman listrik.

“Artinya, pada saat perhitungan dan rekapitulasi di TPS ini kan pasti dilakukan sampai malam hari bahkan dini hari. Dan ini membutuhkan penerangan. Kalau pada saat rekab kemudian terjadi pemadaman yang tidak terduga misalnya, maka ada potensi untuk dihitung ulang dan sebagainya. Oleh karena itu, kami melakukan koordinasi dengan pihak pelabuhan agar unit mesin ini sesegera mungkin di bongkar dan dibawa ke kilo Nol, agar dipersiapkan untuk digunakan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu,” ujarnya.

Lanjut Frans, langkah antisipasi sekecil apapun harus dipikirkan oleh pihak penyelenggara pemilu agar pemilu bisa berjalan lancar tanpa menemui kendala yang berarti. “Sehingga kami berharap agar kalau bisa ada satu dua personil polres Kaimana yang bisa ditempatkan di PLN, baik itu di unit pembangkit kota maupun di unit pembangkit kilo nol. Artinya pemilu ini kan banyak kepentingan dari berbagai pihak. Oleh karenanya kita harus antisipasi lebih awal.

” Jangan sampai terjadi sabotase dan unsure kesengajaan lainnya. Bagi sebagian orang menurut mereka tidak mungkin terjadi hal ini, tetapi jauh-jauh hari kita perlu mengantisipasi hal ini. Segala kemungkinan itu harus kita pikirkan, termasuk kemungkinan-kemungkinan terburuk sekalipun agar kita tetap siap,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *