Dinas Ketahanan Pangan Sorsel Lounching Gerziplok

Ekbis
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teminabuan,Honaipapua.com,- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan, melalui Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan, menggelar Lounching Gerakan Gizi Berbasis Potensi Lokal, yang bertempat di kampung Konda dan Kampung Wamargege, Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan (28/07) belum lama ini.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang SDM dan kelembagaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan, Adolfince Persila Orisoe,SE,MM , Sekretaris Distrik Konda,Puskesmas Konda, Kepala Kampung Wamargege dan Konda ,Sejumlah Penyuluh Dinas Ketahan Pangan kabupaten Sorong Selatan, serta warga Masyarakat kampong Konda dan Wamargege.

Kepala Bidang SDM dan kelembagaan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan, Adolfince Persila Orisoe,SE,MM saat ditemui media ini, menjelaskan, bahwa kegiatan Gerakan Gizi Berbasis Potensi Lokal ini, sengaja dilakukan di 2 kampung yaitu, kampung Konda dan Kampung Wamargege, hal ini, karena kedua kampung ini terdata memiliki Pasien Gizi Buruk dan stanting. Untuk itu kegiatan ini dilaksanakan di wilayah ini, untuk menciptakan pemenuhan gizi melalui gerakan Gizi berbasis potensi Lokal.

Ditambahkanya bahwa, kegiatan ini juga akan memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu, bagi pemerintah daerah dapat mengatasi/menurunkan tingkat Stunting di kabupaten Sorong Selatan, dan mendorong meningkatnya penyediaan pangan local bagi masyarakat. ” Sementara itu, dampak yang timbul bagi masyarakat adalah masyarakat dapat mengonsumsi pangan lokal dengan baik guna mempertahankan kesehatan maupun pelestarian budaya hidup sehata serta terpenuhnya kesejahteraan,”ungkapnya.

” Kedepan dengan pelaksanaan kegiatan ini akan di usulkan sehingga dapat dibuat suatu peraturan daerah untuk penataan sentra pemenuhan kebutuhan pangan local di kabupaten Sorong Selatan,” tambahnya.

Dijelaskan juga bahwa untuk mengatasi Gizi Buruk (Stunting) perlu adanya inovasi dalam mengelolah pangan local menjadi makanan yang sesuai dengan standart gizi agar dapat meningkatkan asupan gisi yang cukup melalui pemberian makanan tambahan.

Hal ini dapat mengacu pada pedoman umum Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKPRL) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

Menurutnya, Distrik Konda adalah salah satu daerah khusus yang terkena dampak gizi buruk maka perlu adanya pembentukan tim kerja dengan keterlibatan stake holder tingkat distrik,tingkat kampung guna menyelesaikan masalah gizi tersebut.

Lanjutnya, bahwa wilayah Distrik Konda adalah daerah yang memiliki tanah yang berpasir. Untuk itu, pihaknya melakukan penanaman sayur dengan media tanam poliback dan satu media tanam lainya adalah menggunakan potensi local yaitu pelepah Pohon Sagu sebagai media tanam sayuran Kangkung dan bayam,,” Imbuhnya. (Engelberto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *