Tokoh Arfak Mengadu DAP Dalam Waktu Dekat Rico Sia Akan dipanggil

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Berdasarkan pengaduan dari Tokoh Besar Masyarakat Adat Arfak, Obet Arik Ayok Rumbruren.A.Ma berkaitan dengan jumlah Suara beliau yang diduga diambil oleh Rico Sia sesama Calon Legislatif untuk DPR RI periode 2019-2024. Menurut Pengaduan yang kami terima bahwa setelah terpilih sebagai anggota DPR RI saudara Rico Sia Tidak pernah bertemu ataupun tidak mau bertemu dengan Obet Arik Ayok Rumbruren sesama Calon Legislatif, yang mana diduga suaranya juga turut ditambahkan kepada Saudara Rico Sia sehingga bisa lolos masuk Senayan.

Kepada media ini via pesan Whatsapp, Jumat (28/5), Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY/Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP mengatakan, menurut informasi dari Obet Arik Ayok Rumbruren bahwa sebenarnya tidak ada kursi dari Nasdem provinsi Papua Barat yang lolos ke Senayan, tetapi karena diduga ada penggabungan suara itulah maka bisa memenuhi syarat untuk lolos ke Senayan.

Oleh sebab itu, kata Paul Finsen Mayor, untuk menghindari Konflik antara keluarga Obet Arik Ayok Rumbruren yang juga adalah Ketua DEKRIT Tim 315 yang menghadirkan Provinsi Papua Barat ini, maka, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat sebagai Rumah Besar masyarakat adat Papua barat dengan demikian memutuskan akan memanggil saudara Rico Sia untuk duduk berbicara, sehingga masalah ini bisa segera diselesaikan dengan baik dan benar.

” Hal ini, sesuai dengan amanat UUUD 1945 Pasal 18B ayat 2, UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAM Pasal 67; Undang-undang 21 Tahun 2001, BAB XIV KEKUASAAN PERADILAN ADAT Pasal 50 ayat 2 dan Pasal 5, “ujar Paul Finsen Mayor.

Dikatakan Paul Finsen Mayor bahwa Dewan Adat Wilayah III Doberay/ Papua Barat sudah melayangkan Surat Perihal Undangan untuk menghadiri dan memberikan Klarifikasi dalam penyelesaian masalah yang dimediasi oleh Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat berdasarkan Pengaduan dari Tokoh Besar Masyarakat Adat Arfak, Obet Arik Ayok Rumbruren,A.Ma.

” Peradilan Adat dilaksanakan oleh Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat dengan mengikuti Proses Peradilan Adat yang telah turun temurun ada di Tanah Papua, Serta dilaksanakan Berdasarkan Amanat Undang-undang Otonomi Khusus BAB XIV-KEKUASAAN PERADILAN ADAT -Pasal 50 dan Pasal 53, “tutur Paul lagi.

Sebenarnya lanjut Paul Finsen Mayor bahwa kesalahpahaman antara kedua belah pihak sudah harus diselesaikan dengan baik, maka Dewan Adat akan memediasi sehingga ada solusi alternatif untuk kedua belah pihak.

” Apalagi keduanya sesama Orang Partai Nasdem Provinsi Papua Barat dan Anak Papua dari provinsi Papua Barat juga, makanya kami akan upayakan untuk pertemuan kedua belah pihak agar masalah ini diselesaikan dengan cepat dan tepat, “tambah Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY/Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *