Titirlolobi : ” DAP Zakarias Horota Itu Jangan Menjadi Juru Bicara Gubernur “

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) yang juga Wakil Ketua Hukum dan Ham DPC PDI-Perjuangan Kota Sorong, Yosep Titirlolobi, SH, mengatakan bahwa secara aturan DAP itu harusnya berbicara membelah hak Dasar OAP bukan menjadi Juru bicara Gubernur Papua Barat.

Hal ini menanggapi statement Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Zakarias Horota yang meminta politisi PDI-P Yosep Titirlolobi untuk mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan Gubernur Papua Barat tidak melakukan pembangunan selama 4 tahun guna menghindari kesalahpahaman dan menyesatkan masyarakat adat di wilayah Doberay Provinsi Papua Barat.

Menurut Yosep, apa yang disampaikannya dibeberapa media tentu sudah melalui kajian, karena kami turun kepedalaman melakukan pendampingan hukum secara Geratis kepada masyarakat adat dan itu keluhan yang disampaikan oleh masyarakat kepada kami, bukan hanya wilayah Sorong raya, LBH Gerimis juga turun di Fakfak, Bintuni dan juga teluk Wondama untuk mendampingi masyarakat adat, kami dampingi secara hukum di Pengadilan maupun di Kepolisian secara Gratis.

“Tentu sesuai dengan fakta yang terjadi Dilapangan, apanya yang mau di klarifikasi, memangnya Gubenur Itu Tuhan, sehingga tidak perlu dikritisi, apa yang saya kritisi terhadap Gubernur adalah jabatannya sebagai kepala Daerah bukan pribadinya, itu yang harus dipahami, karena kritikan saya adalah untuk membangun bukan untuk menjatuhkan,” ujar Yosep kepada media ini Kamis (12/8).

” Seharusnya sudara Ketua DAP itu harusnya mengapresiasi LBH Gerimis yang selama berdiri dalam memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada masyarakat adat di daerah pedalaman maupun di daerah perkotaan yang terkena masalah hukum, tanpa kami di bantu oleh pemerintah, “ungkap Yosep yang juga memiliki Istri seorang perempuan Papua.

Yosep juga mempertanyakan kapasitas sudara Zakarias Horota yang mengaku-ngaku diri sebagai Ketua DAP Wilayah III Doberay. “Saya baru tahu kalau yang bersangkutan mengklaim diri menjadi Ketua DAP, pertanyaannya pemilihannya kapan dimana tempatnya. saya juga paham tentang adat Papua karena saya seorang pengacara apalagi tentang marga-marga Papua, “terang Yosep.

“Setahu saya marga Horota itu dari Serui Ansus dan kalau dari Serui menurut statuta Dewan Adat Papua maka wilayah adatnya yang bersangkutan adalah Wilayah Adat Saireri tentu di wilayah provinsi Papua bukan diwilayah Papua Barat,”ungkap Yosep.

Yosep menambahkan, selama ini yang bekerja sama dengan LBH Gerimis selama 4 tahun dalam membantu masyarakat adat Papua menangani permasalahan hukum mereka itu Adalah Ketua DAP Wilayah III Doberay dibawah kepemimpinan Ketua Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP.

” Jadi, yang bersangkutan itu cuman mengklaim diri saja sebagai ketua DAP wilayah Doberay dan tidak bertanggung jawab, karena setahu saya Dewan Adat itu murni mengurus hak-hak dasar masyarakat adat Papua, “tegas Yosep yang juga advokat Peradi Sai di Papua Barat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *