Sosialisasi Ancaman Bahaya Covid-19, DAP MoU Dengan BPBD PB

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Senin 16 Agustus 2021 di Hotel Oriestom Bay di Taman Ria, Manokwari Papua Barat, telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ( MoU ) Antara Badan Penanggulangan Bendaca Daerah Provinsi Papua Barat dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat.

Kepada media ini via pesan Whatsapp, Selasa, (17/8), Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP, menyebutkan, Perjanjian Kerjasama Antara Badan Penanggulangan Bendaca Daerah Provinsi Papua barat dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat. Bertujuan untuk Mensosialisasikan kepada Semua Masyarakat Adat Papua berkaitan dengan Ancaman Bahaya Corona Virus Disease 19 ( Covid-19) dan Pola Penanganannya di Provinsi Papua Barat.

Perjanjian Kerjasama ini juga antara lain untuk Sosialisasi Penanggulangan Bencana. Hal ini Dipandang Sangat Penting.

Pertama, Sesuai Dengan Thema DAP : Selamatkan Manusia Tanah dan Sumber Daya Alam Papua. Sesuai dengan Amanat Statuta Dewan Adat Papua bahwa Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua, wajib melindungi dan menyelamatkan Segenap Masyarakat Adat Papua dari bahaya apapun.

Saat ini, Seluruh Dunia dilanda Ancaman Bahaya Covid-19. Provinsi Papua Barat sebagai Wilayah yang juga terkena dampak dari Penyebaran Covid-19 ini. Maka, Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua memandang Perlu untuk ikut serta dalam Menyelamatkan Masyarakat Adat Papua.

Selamatkan Manusia Papua, maka dengan ini kami Dewan Adat akan sebagai Fasilitator dan Mediator untuk mengundang Tokoh Tokoh Masyarakat Adat Papua di setiap Kabupaten kota di Papua Barat untuk diberikan Sosialisasi Ancaman Bahaya Covid-19 Dan Cara-cara Penanganannya.

Kami, mensosialisasikan kepada masyarakat adat Papua sehingga bisa mendapatkan Informasi yang menyeluruh dan Utuh dari Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Dokter Spesialis yang menangani Pasien Covid-19 di Papua Barat.

Sehingga masyarakat adat Papua dapat memberikan masukan kepada pemerintah Provinsi Papua barat terkait apa yang selama mereka pikirkan terkait dengan Pandemi Covid-19 di setiap Kabupaten Kota di Provinsi Papua Barat.

Sosialisasi ini penting sehingga, Kalau Ada Masyarakat Adat Papua yang memiliki Penyakit Bawaan maka Hanya diberikan Surat Keterangan dari Rumah Sakit atau Dokter Spesialis. Sehingga Jangan divaksin sebab ada penyakit bawaan, kalau divaksin dikhawatirkan akan berdampak Buruk.

Informasi seperti ini wajib hukumnya diperhatikan dan disosialisasikan kepada Masyarakat Adat Papua. Ini bentuk dari menyelamatkan Manusia Papua.

Oleh sebab itu, atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat mengapresiasi Langkah dan Kebijakan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat ini, sehingga masyarakat adat Papua dapat memahami secara menyeluruh dan terpadu apa itu ancaman bahaya Covid-19 dan Pola-pola Penanganannya.

Sosialisasi ini akan diadakan di setiap Kabupaten Kota di Provinsi Papua Barat, Dewan Adat sebagai Fasilitator dan Mediator. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *