Sidang Lanjutan Pemeriksaan Terdakwa kasus Penembakan Ibu Emakolata 

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika,Honaipapua.com,- Sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa berinisial (S) dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Relly D Behuku, SH. MH, dan Hakim Anggota I Fransiscus Y Babthista, SH, Hakim anggota II Steven Coconut Walukou, SH,

Terkait kasus penembakan yang menyebabkan seorang warga bernama Emakulata Emakuparo (50) tewas tertembak di kepala, sidang tersebut berlangsung di ruang sidang kantor pengadilan Negeri Timika, Selasa (5/6).

Hadir dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum Joice Mariai, SH. MH dan Habibi Anwar, SH, sedangkan penasehat hukum terdakwa AKP Wahyudi P, SH, dan Yacap Yamco.

Dalam sidang tersebut, hakim ketua menanyakan keberadaan terdakwa pada saat keributan hingga adanya korban yang terkena tembak.

Berdasarkan pernyataan terdakwa pada saat kejadian bermula saat petugas yang melaksanakan piket pada saat itu menangkap seorang warga bernama Romanus dari Cargodok dan hendak membawanya ke Portsite Pelabuhan PT Freeport, namun saat berada di tengah perairan, tiba-tiba Romanus dengan tangan diborgol, melompat ke air untuk menyelamatkan diri.

Selanjutnya, terdakwa melepaskan tembakan ke udara, sebanyak dua kali menggunakan senjata Laras panjang jenis AK, sebelum speed boat yang mereka tumpangi memutar untuk mencari pelaku.

“Pada saat itu kami membawa Romanus, tapi pelaku kabur dengan melompat ke air dan kami berikan tembakan keudara,” kata terdakwa.

Setelah speed boat tersebut, memutar barulah, dirinya melepaskan tembakan ke arah air dengan tingkat kemiringan 20 derajat, dengan posisi setengah jongkok, yang diketahui terdakwa berada diposisi belakang speed boat.

” Saat speed boat memutar baru saya melepaskan tembakan ke air dengan posisi setengah jongkok dengan tingkat kemiringan 20 derajat,” ungkapnya.

Terdakwa juga membenarkan dua rekan korban dari Lanal Timika dan Brimob yang berada di posisi depan speed boat juga mengeluarkan tembakan.

“Dua rekannya juga mengeluarkan tembakan, satu dari anak buahnya dan satunya dari anggota Lanal,” kata Terdakwa.

Sebelumnya diberitakan beberapa media pada bulan Februari 2018 lalu, menjelaskan telah terjadi keributan setelah ditangkapnya seorang pemuda bernama Romanus yang diduga masuk kedalam gudang penyimpanan konsentrat (DWP) milik PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Portsite Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika untuk mencuri. Namun berhasil ditangkap oleh petugas keamanan, namun dirinya berhasil kabur dengan cara melompat dari atas Speed boat ke air dengan posisi tangan diborgol dan berteriak meminta pertolongan dari warga.

Dan Untuk menakuti pelaku, petugas melepaskan tembakan ke udara dengan tujuan agar pelaku balik ke speed boat namun direspon oleh warga dengan melempar batu ke arah petigas selanjutnya, petugas pun melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Namun diduga saat kejadian itu pun ada peluru nyasar yang mengenai kepala Emakulata Emakuparo saat hendak mengambil air di Cargodok.

Tidak berselang beberapa lama pihak keamanan yang bertugas mendapatkan informasi ada warga yang terkena tembak pada saat insiden tersebut. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *