Refleksi Akhir Tahun 2021, Kejati PB “Kalah” dalam Penanganan Sejumlah Kasus Korupsi

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Dipenghujung Tahun 2021 banyak catatan penting yang perlu diperhatikan dan segera membenahi kinerja Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat ( Kejati PB ).

Kepada media ini via telepon selulernya, Selasa, (28/12), Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat, Mananwir Paul Finsen Mayor, mengatakan, pasalnya, sampai di Penghujung Tahun 2021 ini penanganan sejumlah besar Kasus dugaan Korupsi hanya sebatas Pengumpulan Bahan Keterangan ( Pulbaket ). ” Diberbagai media Kejati Papua Barat hanya mengatakan bahwa Penanganan sejumlah Kasus dugaan Korupsi sudah naik ke Tahap penyidikan dan sementara berproses, “tuturnya.

Lanjutnya, pertanyaannya apakah sejumlah kasus yang tengah ditangani oleh kejaksaan tinggi Papua Barat selama setahun hanya sebatas Pulbaket? Ataukah hanya sebatas wacana dimedia bahwa sudah di naikkan ke Tahap penyidikan kasus namun tidak pernah serius diselesaikan?? Saat ini masyarakat adat Papua tengah menunggu ketegasan dan Keseriusan dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat untuk mengungkap sejumlah kasus dugaan Korupsi yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat.

” Sejumlah kasus ini juga telah didesak oleh Lembaga Bantuan Hukum di Manokwari, yakni, LP3BH MANOKWARI agar Sejumlah Kasus dugaan Korupsi segera diselesaikan namun terkesan kasusnya, “berjalan ditempat”, ujarnya.

Lebih mirisnya lagi, tambah Paul Mayor bahwa Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat pernah Kalah dua kali dalam Pra Peradilan, Dugaan Kasus Korupsi. Ini menunjukkan dengan Jelas dan lugas bahwa Belum ada keseriusan dan Ketegasan oleh kejaksaan tinggi Papua Barat untuk mengungkap sejumlah besar Kasus dugaan Korupsi di Provinsi Papua Barat ini.

Terkesan, Kejati Papua Barat tak “Bergigi”. Karena sejumlah kasus dugaan Korupsi di berbagai Kabupaten Kota di Provinsi Papua Barat yang telah dilaporkan dan ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat Tidak membuahkan Hasil, seolah-olah hanya berakhir di Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

” Perlu diperhatikan untuk dievaluasi secara Komprehensif Kinerja Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat, “pintanya.

Perlu diperhatikan juga agar dipenghujung Tahun 2021 ini, Kejati Papua Barat mengumumkan perkembangan sejumlah kasus dugaan Korupsi yang sampai saat ini, Hilang Bagai ditelan Bumi. Supaya Kepercayaan Publik terhadap Kinerja Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Barat tetap terjaga dan dipercaya oleh masyarakat Papua Barat. (***)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *