Polsek Miru Musnahkan Ratusan Sajam Hasil Sitaan

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TIMIKA,Honaipapua.com-Kepolisian Sektor Mimika Baru kembali musnahkan kepemilikan senjata tajam (Sajam) berupa panah dan busur dengan cara dibakar, di halaman belakang Kantor Polsek Mimika Baru, Selasa (4/9).

Hadir dalam pemusnahan sajam yang digelar dalam Press Release tersebut, AKP Pilomina Ida Waymramra SE, S. IK, Kapolsek Mimika Baru, Drs. Ananias Faot M. Si, Kadistrik Mimika Baru, Iptu Hari Katang, Wakapolsek Mimika Baru,Andi Suhidin, SH, Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, serta tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama.

AKP Pilomina Ida Waymramra SE, S. IK, Kapolsek Mimika Baru,mengatakan bahwa
digelarnya Press Release serta dilakukan pemusnahan terkait kepemilikan senjata tajam ini diperoleh dari hasil sitaan rata-rata dari masyarakat yang berada di Kwamki Narama.

“Jadi ada 9 tersangka yang kita proses karena terkait kepemilikannya, sedangkan sajam lainnya itu dari hasil sitaan tanpa kepemilikan,” katanya.

Disampaikannya, jumlah sajam yang berhasil disita antara lain untuk busur panah sebanyak 251 buah dan anak panah sebanyak 3079 buah.

“Ini semua harus kita musnahkan. Sebagai penegak hukum tidak akan bermain-main lagi dengan yang namanya kejahatan, kita tetap akan proses kasus ini supaya kedepannya ada jerah,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari 9 tersangka ( RM, KK, TO, TW, MW, YK, EM, WK dan PK) pembawa sajam, ada beberapa tersangka berkasnya sudah limpahkan ke Kejaksaan untuk tahap satu untuk dilanjutkan ke Pengadilan.

“Tidak ada penangguhan lagi dan supaya ada efek jera, karena beberapa waktu lalu kita berikan penangguhan tapi mereka tetap lakukan lagi. Sekarang kita tidak berikan ruang lagi,” katanya.

Menurutnya, dari 9 tersangka ini dikenakan UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

“Kami jerat dengan UU darurat,tetapi nanti di Pengadilan yang akan putuskan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Ananias Faot M. Si, Kadistrik Mimika Baru menghimbau kepada seluruh masyarakat di Distrik Miru agar tidak selalu melakukan aktivitas dengan membawa Sajam, sehingga menimbulkan ketakutan terhadap warga lain.

“Saya himbau kepada warga Miru dan distrik Kwamki Narama untuk tidak.membawa Sajam dalam bentuk apapun, saya juga berharap dalam Press Release bukan hanya untuk masyarakat Papua tapi seluruh masyarakat yang ada di Wilkum Miru agar tidak membawa saja dalam bentuk apapun sehingga bisa memberikan kenyamanan,” ungkapnya. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *