Pertama Kali Duduki DPRD Otsus Mewakili Kaimana, Dewan Adat Apresiasi Kerja Pansel

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Periode ini merupakan periode pertama kali, utusan Kaimana yang masuk menduduki kursi DPR Otsus. Dewan Adat Kaimana memberikan apresiasi kepada pansel DPRD Otsus. Namun muncul polemik di masyarakat terkait dengan penetapan hasil seleksi DPR Papua Barat dari jalur pengangkatan. Dewan Adat Kaimana pun meminta agar hal itu tidak menghambat proses pelantikan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Ketua Dewan Adat Kaimana, Yohan Werfete kepada Honaipapua.com mengatakan bahwa tidak ada masalah ketika ada pihak yang tidak terima hasil seleksi tersebut. Menurutnya itu menjadi hak masing-masing orang, namun hendaknya hal itu tidak menjadi penghambat proses pelantikkan anggota DPR Otsus terpilih.

“Kami dari Dewan Adat Kaimana mewakili 8 suku menyampaikan terima kasih atas proses seleksi yang telah mengakomodir satu perwakilan dari Kabupaten Kaimana yang sebelumnya mengutus dua orang perwakilan yaitu Mudasir Bogra dan Lewi Oruw. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Lewi Oruw yang bisa sportif menyampaikan dukungan kepada Mudasir Bogra. Kalau sudah demikian maka jangan lagi ada orang dari luar wilayah adat Kaimana yang melakukan intervensi jatah Kaimana. Justru yang dipertanyakan adalah dimana hati nurani mereka sebagai anak adat melihat sisi keadilan dan pemerataan bagi kepentingan sesama masyarakat adat di Papua Barat,” ungkap Yohan Werfete ketika dikonfirmasi di Kaimana, Kamis (23/7) kemarin.

Oleh sebab itu, Ketua Dewan Adat Kaimana ini meminta kepada Gubernur Papua Barat dan Mendagri agar mempercepat pelantikan terhadap 11 orang yang telah dinyatakan lolos tersebut agar mereka segera bekerja karena menurutnya banyak agenda besar menjelang Otsus Jilid II yang banyak mendapat penolakan.

“Kami melihat bahwa ada respon positif dari masyarakat Kaimana terhadap Mudasir Bogra ketika dinyatakan lolos, sehingga kami berharap amanat yang dititip lewat anak kami ini bisa dijalankan dengan baik dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat adat di Papua Barat dan lebih khusus Kabupaten Kaimana. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi 11 orang DPR Otsus di Papua Barat dan 14 orang nanti dari Papua untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan orang Papua dimasa mendatang,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *