Persoalan Hak Adat, DAP Apresiasi Sikap Kadis Kehutanan PB

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua, kami mengucapkan Terima Kasih dan memberikan Apresiasi Kepada Ir. Hendrik Runaweri, Anak Adat Papua yang sekarang dipercaya oleh Gubernur Papua Barat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat.

Nampak foto ketua Dewan Adat dan Kadis kehutanan Provinsi Papua Barat Ir.Hendrik Runaweri bersama masyarakat Adat selesai berdiskusi

Mananwir Paul Finsen Mayor selaku Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat dalam bincang-bincangnya dengan media ini menyampaikan bahwa Beliau (Ir.Hendrik Runaweri) adalah seorang Anak Adat Papua yang memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan berbagai persoalan yang terjadi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam hal ini hak hak dasar masyarakat adat Papua Yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam menjalankan pembangunan diatas Tanah Adat Papua.

Lanjut Mananwir bahwa Kemarin, pihaknya dari Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat menerima laporan Pengaduan dari masyarakat Adat sub suku Djopari Wero di Pedalaman Wondama, terkait dengan Hak-hak Ulayat masyarakat adat dan situs-situs budaya serta peninggalan sejarah suku Djopari Wero yang karena pembangunan Jalan Trans Nasional Mameh-Windesi, maka situs-situs budaya masyarakat adat dihancurkan dan tidak diatur baik oleh pemerintah maupun pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

Buntut dari masalah ini, kata Mananwir Paul Mayor, akibatnya masyarakat adat sub suku Djopari Wero telah melakukan Pemalangan semua peralatan dan perlengkapan kerja milik kontraktor yang mengerjakan pekerjaan Jalan Trans Nasional Mameh-windesi.

Akibat dari Pemalangan Adat oleh masyarakat Adat Sub Suku Djopari Wero ini akhirnya aktivitas Pembangunan Jalan Trans Nasional Mameh-windesi berhenti untuk sementara waktu sampai masalah ini diselesaikan dengan baik antara masyarakat adat dan pemerintah.

Oleh sebab itu, kata Paul, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat mengirimkan Surat Klarifikasi dan Penjelasan tentang Masalah Kepada Bapak Ir Hendrik Runaweri selaku Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan direspon baik sekali, Kami juga sudah bertemu dengan Bapak kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat untuk berbicara dan mendorong secepatnya kita bentuk Tim dan turun ketemu masyarakat adat agar hak hak masyarakat adat dapat diselesaikan dengan baik.

” Ini tindakan yang patut diacungi jempol dan diteladani oleh Anak Anak Asli Papua di Pemerintahan, karena kinerja seperti ini yang masyarakat adat inginkan agar pembangunan bisa berjalan dengan baik, “tutur Paul Mayor.

” Kami juga akan mengundang sejumlah pihak terkait untuk memastikan penyelesaian masalah yang telah diadukan ke DAP WILAYAH III DOBERAY agar pembangunan bisa berjalan dengan baik, “tambah Paul lagi.

Paul menambahkan, suatu hal yang patut diacungi jempol adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat cepat merespon apa yang menjadi Aspirasi dari masyarakat adat setempat. Kemudian juga agar segera Tim terbentuk untuk turun bertemu dengan masyarakat adat sub suku Djopari Wero di Pedalaman Wondama. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *