Pengusaha OAP Datangi Gubernur Batalkan Pergantian Pejabat Esalon II

Adat
Bagikan berita ini
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

JAYAPURA, Honaipapua,- Kurang lebihnya Ratusan Pengusaha Asli Papua yang tergabung dalam Pengusaha GEL mendatangi ruang Kerja Gubernur Papua, Senin (25/6) siang.

Para pengusaha GEL menuntut Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo untuk menunda pergantian Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Djuli Mambaya.ST yang telah ditetapkan oleh Ditreskrimsus Polda Papua menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pembangunan Terminal Nabire.

Sebab menurut informasi yang berkembang, akan dilakukan pergantian jabatan kadis PU akan siang ini di Sasana Karya kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Pantauan media ini, para pengusaha yang didominasi oleh mama mama Papua telah berada didepan pintu masuk ruang kerja penjabat Gubernur yang dijaga ketat oleh Satpol PP dan petugas adat.
Sementara penjabat Gubernur sementara melakukan pertemuan dengan Kadis PU diruangannya.

Para pengusaha terus menyampaikan agar penjabat Gubernur membatalkan pergantian jabatan Kadis PU yang kabarnya akan diisi sementara oleh Asissten Perekonomian dan Kesra, Noak Kapisa.

Koordinator pengusaha GEL, Stanley Kaisiri, menyampaikan, pergantian jabatan esalon II ini, tidak tepat dilakukan disaat momen minggu tenang Pilkada Gubernur yang akan berlangsung Rabu 27 Juni 2018 mendatang.

Selain itu juga, dikhawatirkan akan berimbas kepada mereka selaku pengusaha GEL, dimana jadwal pekerjaan akan mulai dilaksanakan pada Juli mendatang.

” Yang kami khawatirkan pasti akan terjadi perubahan, sebab pengusaha GEL saat ini sebanyak 388 pengusaha OAP yang terdaftar untuk mengikuti pekerjaan pada dinas PU, dan kalau sampai dilakukan pergantian otomatis dampaknya akan merugikan kami yang telah berjuang sejak tahun lalu. Karena kita perlu ada jaminan dari Gubernur bahwa tidak ada perubahan,”terangnya.

Sementara sekertaris pengusaha GEL, Jemmy menambahkan, atas nama pengusaha GEL dan seluruh masyarakat secara tegas menolak pergantian jabatan ini. Tindakan ini tidak boleh terjadi karena dapat merugikan kami sebagai pengusaha asli Papua,” tegasnya.

Jimmy mengharapkan kepada Penjabat Gubernur agar fokus melaksanakan tugas mengawal Pilkada agar berjalan aman dan damai, tanpa perlu melakukan pergantian jabatan pejabat eselon. (bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *