Pasca Penyerangan Pos Ramil Kisor, DAP Gelar Rapat Bersama Sepakat Keluarkan Seruan Kemanusiaan

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Menyikapi perkembangan situasi keamanan di Wilayah Kampung Kisor, Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat pasca peristiwa penyerangan Aparat TNI di KORAMIL Kampung Kisor, terlebih khusus adalah kondisi masyarakat adat Papua yang saat ini telah mengungsi ke hutan diakibatkan oleh penyisiran Anggota TNI-POLRI maka pada hari ini, Jumat, 3 September 2021, bertempat di Kantor Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, telah dilaksanakan Rapat bersama yang di pimpin oleh Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Mananwir Paul F. Mayor, S.I.P.

Rapat bersama itu dihadiri oleh Ketua PGGP Provinsi Papua Barat, Pdt. Sherly Parinussa, S.Th, Ketua FKUB Provinsi Papua Barat, Pdt. Sadrak Simbiak, S.Th, Wakil Ketua 1 MRP Papua Barat, Maccleurita Bardorita Marianty Kawab, S.H., M.H, Kepala Bidang Keagamaan pada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Pdt. S. Manufandu, S.Th, kepala Bidang Pemerintah dan Masyarakat Adat, pada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Yosep J. Auri, Kepala Bidang Hukum dan HAM pada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, dan juga selaku Juru Bicara Jaringan Damai Papua, Yan Christian Warinussy, S.H. Kepala Peradilan Adat pada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Oktovianus Rumaseb, Staf Peradilan Adat pada Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat, Ariel Wanma dan Ketua Dewan Adat 7 Wilayah Sub Suku Meyah Pramasi Kabupaten Manokwari, Musa Mandacan, S.E, serta didukung oleh DPRD Provinsi Papua Barat.

Rapat bersama telah memutuskan dan memilih Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat Mananwir Paul Finsen Mayor sebagai Ketua Tim Pemantau Kemanusiaan Papua Barat, dan telah menghasilkan kesepakatan dalam bentuk SERUAN KEMANUSIAN untuk menanggapi peristiwa penyerangan Aparat TNI di KORAMIL Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, sebagai berikut :
1. Meminta kepada Panglima Kodam XVIII Kasuari dan Kapolda Papua Barat untuk menunda pelaksanaan PENYISIRAN oleh TNI-POLRI di Wilayah Kampung Kisor, Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.
2. Meminta KOMNAS HAM, POLRI dan POLISI MILITER untuk melakukan investigasi bersama guna mengungkapkan fakta-fakta kebenaran.
3. Mendesak Gubernur Papua Barat dan Bupati Maybrat untuk menyelamatkan Masyarakat Adat Papua yang sedang mengungsi di hutan Wilayah Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat dan sekitarnya dengan melibatkan pihak Gereja dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat.
4. Meminta kepada Gubernur Papua Barat, Panglima Kodam XVIII Kasuari, Kapolda Papua Barat dan Bupati Maybrat untuk menjamin keselamatan Masyarakat Adat di Wilayah Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat dan sekitarnya.
5. Tokoh Agama/Gereja dan Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay/Papua Barat akan berperan aktif dalam membantu Aparat TNI untuk menyelesaikan masalah penyerangan terhadap Aparat TNI di KORAMIL Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.
6. SERUAN KEMANUSIAAN ini dibuat atas dasar pertimbangan KEMANUSIAAN untuk masyarakat adat yang saat ini berada dalam pengungsian di hutan Wilayah Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *