Mervin: Masyarakat Lebih Merasakan Dana Kampung Ketimbang Otsus

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, Honaipapua.com,- Sampai dengan saat ini, masih banyak masyarakat Papua dan Papua Barat belum begitu merasakan dampak dari Otonomi Khusus, yang selama ini berjalan. Bahkan masih banyak masyarakat yang juga mengakui bahwa belum tahu dan paham soal dana otsus tersebut.

Kaitan dengan hal ini, Mervin Sadipun Komber, salah satu senator RI asal dapil Papua Barat, menilai bahwa gagalnya Otsus menurut masyarakat ini, lebih terletak pada mekanisme penyaluran dana Otsus itu sendiri.

” Jujur bahwa ketika kami kunjungi masyarakat disetiap kegiatan kami, mereka mengakui bahwa mereka belum merasakan dampak dari dana otsus. Justru mereka mengakui bahwa mereka lebih merasakan dampaknya adalah dana desa, ketimbang dana otsus. Ini menunjukan bahwa transparansi penggunaan dana otsus selama ini perlu dipertanyakan. Karena kalau masyarakat tahu dan paham, saya pikir tidak ada stagment seperti itu dari masyarakat, ” ujarnya.

Menurutnya, dana Otsus juga pasti akan dirasakan dampaknya jika langsung diberikan dan dikelolah oleh masyarakat sendiri. ” Saya pikir demikian. Kalau kita lihat kan, dana desa ini baru bergulir berapa tahun ini. Tapi dampaknya masyarakat sudah rasakan, ketimbang dana Otsus. Dana otsus ini kan diolah oleh pemerintah melalui program kegiatan dimasing-masing OPD. Sehingga ketika tidak dijelaskan baik kepada masyarakat, maka tentunya mereka tidak tahu informasi itu, sehingga munculah tanggapan bahwa mereka belum merasakan dana otsus, ” tuturnya.

Lanjut Mervin, jikalau Otonomi Khusus ini masih terus dilanjutkan oleh pemerintah republik Indonesia, maka perlu ada perubahan terkait mekanisme penyaluran dana otsus. Penyalurannya pun jangan lagi dialokasikan melalui program kegiatan oleh pemerintah daerah, tetapi langsung ke desa-desa, sehingga penggunaan dana otsus, benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di kampung-kampung.

” Kami tidak ‘menjustice’ bahwa penggunaan dana Otsus selama ini tidak tepat. Hanya mungkin mekanismenya perlu dirubah. Kalau kemarin-kemarin, dana Otsus ini disalurkan melalui program kegiatan pemerintah, tetapi selanjutnya akan lebih baik kalau langsung disalurkan ke desa-desa.

” Tidak perlu lagi melalui pemerintah. Toh, pengawasan juga sangat ketat oleh aparat penegak hukum kita. Sehingga masyarakat diberikan kesempatan untuk mengelolah langsung dana otsus tersebut, “pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *