KAPOLRES BIAK NUMFOR GELAR TATAP MUKA BERSAMA MASYARAKAT ADAT BAR WAMUREM BIAK TIMUR

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jayapura,Honaipapua.com, -Minggu 15 November 2020, bertempat di Kantor Puskesmas Baru Bosnik Sup Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor telah dilakukan penyambutan secara adat Mansorandak atau Injak Piring (orang yang pertamakali menginjakkan kaki ditempat yang baru) oleh masyarakat Adat Bar Wamurem Biak Timur kepada Kapolres Biak Numfor yang baru, AKBP Andi Yosep Enock S.IK.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, kepada media ini via telepon selulernya, menyampaikan, kedatangan Kapolres disambut dengan ritual adat Mansorandak oleh Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat setempat yang dianggap sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Biak Numfor bersamaan dengan Ritual Ramrem (penyematan gelar/Nasan) kepada Kapten Laut (Penerbang) Ronald Wabiser sebagai tokoh Mambri penjaga keamanan wilayah Biak Numfor Supiori, bertempat di Rumah Adat Aidoran Kampung Bosnik Biak Timur.

Turut menyaksikan kegiatan ini, Danramil Biak Kota Mayor Infantri. Zulklifi, Kapolsek Biak Timur Ipda Muh.Hasan S.sos, Danposter Biak Timur Serka Erick, Perwakilan AMP Daruranto(Direktur II AMP) dan Bp.Kristianto, Ketua LMA David Rumansara, pimpinan Group Tari Kamasan Supiori Ham Wambrauw, Mansfasfas KKB Bar Wamurem Biak Timur Frans Maryen, Mansfasfas LMA SP. Koibur serta Pihak Gereja/klasis.

Melalui sambutan dalam tatap muka dengan masyarakat Adat Bar Wamurem Biak Timur, tepatnya di Kantor puskesmas Baru Bosnik Sup Distrik Biak Timur, Kapolres berharap kerjasama dan sinergitas yang baik antara Adat dengan Kepolisian untuk bersama-sama dalam melihat permasalahan yang ada ditengah masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

Dalam penyelesaian masalah, kita jangan selalu membawa ke ranah hukum, tetapi kita mengutamakan penyelesaian Adat atau kekeluargaan, dari saya pribadi, penyelesaian yang membawa keadilan yang hakiki yaitu kita duduk bersama di Adat untuk menyelesaikan dengan menyampaikan persoalan itu dengan tulus iklas, mengakui kesalahan dan saling memaafkan satu sama lain.

” Kami juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat jangan cepat terpengaruh dengan oknum-oknum atau kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab yang akan memanfaatkan isu isu tertentu atas kepentingan pribadi yang bisa menimbulkan permasalahan, “imbuhnya.

” Saya mengajak seluruh Tokoh Adat dan Masyarakat untuk tetap bersinergi dengan pihak kepolisian dalam penyelesaian masalah, apabila ada informasi yang dianggap meresahkan bisa segera menghubungi pihak berwajib, agar keamanan dan ketertiba kita bersama tetap terjaga sesuai dengan keinginan bersama, “ajaknya.

Sementara itu, Mansfasfas KKB Bar Wamurem Biak Timur, Frans Maryen mengatakan bahwa, Adat itu kebiasaan jadi jika membiasakan hidup baik maka kebiasaan hidup kita juga akan baik, tetapi jika membiasakan hidup menjadi tidak baik maka hidup kita juga ikut menjadi tidak baik.

Masalah keamanan dan ketertiban itu kami minta Bapak Kapolres bisa mensosialisasikan proses-proses penyelesain kepada masyarakat agar masyarakat bisa dapat mengerti. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *