DAP Wil. III Doberay ‘Warning’ Pemda Soal Kouta Penerimaan CPNS

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari, Honaipapua.com,- Dewan Adat Papua sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua melihat bahwa penting skali untuk mengingatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota Berkaitan Penerimaan/test CPNS di Provinsi Papua Barat maupun 13 Kabupaten/ Kota di Provinsi Papua Barat. Demikian pernyataan ini disampaikan ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP.

Dalam Press releasenya ketua DAP menyampaikan bahwa penting sekali pemerintah Provinsi Papua Barat maupun 12 Kabupaten dan 1 Kota yang berada di Papua Barat ini memahami dan mengerti baik bahwa Dewan Adat minta agar Kuota 80% itu Murni dan Jelas itu adalah Orang asli Papua dan Kuota 20% itu Anak Non Asli Papua yang Lahir dan Besar di Tanah Papua atau LABEPA.

” LABEPA harus semua masuk dalam kuota 20% itu sebab mereka juga mengalami perlakuan yang sama dengan Anak anak asli Papua, jadi penting sekali mereka diakomodir dalam 20% itu, ” ungkapnya.

Dikatakan Paul, oleh sebab itu pemerintah harus paham bahwa inilah Substansi dari Otsus itu sendiri dan mekanismenya seperti yang DAP sudah jabarkan diatas supaya ada keberpihakan, pemberdayaan dan perlindungan dari hak-hak mereka.

” Jangan sampai besok ada “permainan dibawah meja” yang membuat Anak-anak adat kita tersisih dan tidak lolos lalu terjadi demo dan pemalangan dan apabila itu terjadi maka pemerintah wajib bertanggungjawab. sebab Dewan Adat sudah mengingatkan pemerintah berkaitan dengan rekrutmen atau penerimaan/ test CPNS ini, “tegasnya lagi.

Manokwari 11 Maret 2019

Kantor Dewan Adat Wilayah III Doberay
di Lorong Gereja Sion Sanggeng

Ketua DAP wil. III Doberay
Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *