DAP : UU OTSUS, Lockdown Adalah Solusi Selamatkan Penduduk Papua

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Sesuai Pasal 59 UU Otonomi khusus menjelaskan bahwa, Pemerintah Provinsi Berkewajiban menetapkan Standar Mutu dan Memberikan Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk, dan ayat kedua disebut, Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah kabupaten/Kota Berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit Endemis dan/atas penyakit -penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk, serta ayat ketiga dikatakan bahwa, setiap penduduk papua berhak memperoleh pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan beban masyarakat serendah-rendahnya.

” Jadi ini sudah menjadi dasar hukum untuk pemerintah mengambil tindakan.
sementara Lockdown untuk penerbangan dan jalur laut itu solusi, “demikian dikatakan Ketua DAP wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP melalui telepon selulernya, Minggu (29/3/2020).

Kata Paul, ingat bahwa Perekonomian bisa dibangkitkan kembali, tapi Nyawa manusia tidak bisa dibangkitkan kembali. ” Kita bicara pencegahan bukan mengurusi mayat manusia yang bergeletakan akibat Virus Corona, harus rasional, menganggapi persoalan ini, lebih baik mencegah daripada mengobati.  Apalagi peralatan medis kita sangat minim, hari ini saja susah 2 orang Positif Virus Corona meninggal di Sorong dan kemungkinan akan bertambah lagi kalau tidak ada penanganan serius.

Anak-anak Adat yang duduk di jabatan kepala daerah jangan takut Jakarta, tapi pikirkanlah nyawa saudara/i mu, masyarakat adat Papua atau Penduduk Papua ini segera selamatkan yang tersisa ini.

” Atasnama masyarakat adat papua wilayah III doberay/ Papua Barat kami minta tutup semua akses masuk ke Papua Barat krn yang bawa penyakit ini adalah orang yang baru dari luar Papua. Silahkan kapal pengangkut Bama dan Alkes masuk tapi kapal penumpang dan Pesawat untuk sementara dilarang masuk itu solusi yang tepat, “himbaunya seraya menambahkan, jangan tunggu jatuh korban banyak dulu baru kita sibuk kesana kemari, kasih salah orang lain, padahal kita punya wewenang untuk selamatkan saudara-saudara kita. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *