DAP : ” Peserta Ijtima Harus Diperiksa dan Di Isolasi “

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Bertambahnya jumlah penderita atau pasien Corona di Papua Barat, sangat menimbulkan ketakutan dan atau kekhawatiran besar bagi pemerintah dan masyarakat adat Papua.

” Atasnama masyarakat adat Papua di wilayah adat Doberay/Papua Barat, kami minta yang pertama kepada peserta Ijtima Gowa dan keluarga segera melapor untuk diperiksa, “tegas Ketua DAP wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP Kepada Honaipapua.com Via telepon selulernya, Selasa (21/4/2020).

Menurut Manawir, hal ini jangan didiamkan, karena sangat berbahaya dan sehingga mereka (peserta Ijtima) segera diisolasi atau dikarantina, kemudian, harus diawasi betul-betul oleh tim medis.

” Yang namanya jelas menjadi peserta harus diawasi dan harus dilakukan isolasi dan dilakukan pemeriksaan kesehatan, karena sangat berbahaya karena Virus ini bisa menyebar tanpa kita sadari, apalagi kalau penderita Corona ini diam-diam hidup berbaur dengan masyarakat disekitarnya, maka dijamin semua bakal terjangkit Virus Corona, “ungkap Manawir.

Menurut Manawir Paul Mayor, mereka segera buat pernyataan apabila mereka menyebabkan sampai orang lain tertular, maka mereka harus keluar dari Papua, oleh sebab itu, segera melaporkan diri ke pemerintah setempat atau Rumah sakit dan harus diisolasi demi mencegah penyakit ini menular lebih meluas.

” Kami juga himbau kepada masyarakat adat Papua diatas Tanah ini untuk lebih baik tenang dirumah agar jangan terjangkit dengan penyakit ini dan pemerintah segera bagikan Sembako kepada masyaraka, agar mereka tenang dirumah saja sesuai anjuran pemerintah, “pintah Paul Mayor lagi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *