DAP : Pelaku Pembunuhan Sadis Terhadap 2 Anak Papua Wajib Hukuman Mati

Adat
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat yang membawahi sebelas Kabupaten/kota di Papua Barat sangat merasa kehilangan yang mendalam. Kepergian Kedua Anak Adat Kami, maka kami akan ambil sikap tegas baik hukum positif maupun Hukum Adat, demikian disampaikan Ketua DAP WILAYAH III DOBERAY, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP.

” Atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas dan kami melihat kondisi terakhir kedua anak adat kami tergeletak dengan begitu banyak luka tusuk. Maka, pembunuhan ini kami duga kuat bahwa terencana dan dilakukan oleh lebih dari satu pelaku dan ternyata benar sekali ada pelaku baru yang baru saja ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus ini, “tulis ketua DAP kepada media ini via pesan Whatsapp, Jumat (26/3).

Oleh sebab itu, lanjut Ketua DAP, pihaknya Nyatakan pernyataan dari Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat bahwa Para Pelaku Harus diberikan Hukuman Mati.

Dikatakannya bahwa Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay akan selalu mendukung kinerja aparat penegak hukum untuk menyelidiki, mengungkapkan dan menyelesaikan kasus hukum ini sampai di meja Pengadilan. Kami akan mengawal dan mengawasi jalannya Kasus ini sampai selesai.

” Para pelaku harus diberikan Hukuman Mati. Para pelaku juga akan dikenakan Hukuman Adat sesuai dengan Adat orang Papua. Ini kematian yang sangat sadis dan dibantai dengan Alat Tajam kami sangat merasa kehilangan, aparat penegak hukum terus proses hukum kami akan kawal, “tegas Ketua DAP Mananwir Paul Mayor.

Atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat turut berdukacita Yang Mendalam terhadap kedua anak adat kami Alm. Hugo Saiduy dari Suku Serui/waropen dan Alm. Daud Larry Wambrauw Suku Byak. Tuhan Yesus sang pemilik hidup Memberkati kedua keluarga yang ditinggalkan.

Paul menambahkan, dalam waktu dekat kita akan gelar pertemuan para pimpinan adat Papua untuk menyikapi masalah ini, sekaligus menelusuri berbagai macam masalah yang terjadi di Manokwari Papua Barat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *